Kompas.com - 14/11/2016, 07:57 WIB
Kondisi Terminal Pulogebang masih sepi dari arus balik. Diperkirakan puncak arus balik mudik Lebaran melalui terminal ini terjadi pada akhir pekan ini. Jumat (8/7/2016). Kompas.com/Robertus BelarminusKondisi Terminal Pulogebang masih sepi dari arus balik. Diperkirakan puncak arus balik mudik Lebaran melalui terminal ini terjadi pada akhir pekan ini. Jumat (8/7/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah melakukan pembenahan terhadap Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Pembenahan yang dilakukan mulai dari perbaikan sistem informasi dan teknologi (IT) hingga kios-kios untuk pedagang yang akan berjualan di lokasi terminal.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengadakan kunjungan ke terminal tersebut pada, Sabtu (12/11/2016) akhir pekan lalu. Pada kesempatan itu, Sumarsono yang didampingi sejumlah pejabat Pemprov DKI, salah satunya Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi Andri Yansyah sempat meninjau bangunan terminal di lantai 2,3, dan 4.

Dalam pembenahan Terminal Pulogebang, Pemprov DKI menggelontorkan dana mencapai sekitar Rp 145 miliar. Sumarsono menilai besaran anggaran tersebut sudah cukup untuk membenahi seluruh Terminal Pulogebang agar bisa beroperasi optimal.

"Rp 145 miliar saya kira cukup. Kalau pun ada tambahan lagi mungkin sekitar Rp 50 miliar supaya terminal Pulogebang ini sempurna. Kalau ada tambahan nanti masuknya di APBD 2017," kata pria yang biasa disapa Soni ini.

Khusus untuk sistem IT, Soni menyatakan Terminal Pulogebang harus punya sistem IT yang terkoneksi dengan sistem Jakarta Smart City.

"Jadi Gubernur DKI kalau mengendalikan terminal tinggal dari dashboard yang ada di Balai Kota. Ini yang harus dilengkapi," ujar dia.

Sedangkan khusus untuk pembenahan kios-kios pedagang, Soni mengatakan Pemprov DKI berencana memberikan insentif bagi pedagang yang bersedia berjualan di Terminal Pulogebang.

Soni belum dapat memastikan bentuk pemberian insentif yang dimaksudkannya itu. Namun, ia menyebut cara yang kemungkinan dilakukan adalah dengan tidak mengenakan biaya sewa kios.

"Kios-kios yang ada termasuk mal masih kosong. Itu dalam waktu dekat harus terisi. Harus ada insentif supaya mereka mau mengisi. Bisa gratis atau diskon," kata dia. (Baca: Belum Beroperasi, Terminal Pulogebang Akan Diresmikan Ulang Jokowi)

Kios-kios pedagang di Terminal Pulogebang tercatat mencapai 150 kios. Namun, saat kunjungan Soni ke lokasi tersebut, belum ada satupun kios yang terisi. Padahal, Soni menilai keberadaan pedagang sangat diharapkan sebagai bagian dari penyediaan kebutuhan bagi pengunjung terminal.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMP

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMP

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Megapolitan
Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Megapolitan
Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Megapolitan
BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

Megapolitan
Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Megapolitan
Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Megapolitan
Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI yang Tak Gelar Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI yang Tak Gelar Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Megapolitan
UPDATE 15 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 20 Orang

UPDATE 15 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 20 Orang

Megapolitan
Bertemu CEO BloombergNEF di London, Anies Jajaki Kerja Sama Percepatan Bebas Emisi di Jakarta

Bertemu CEO BloombergNEF di London, Anies Jajaki Kerja Sama Percepatan Bebas Emisi di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Puluhan Rumah di Kramat Jati Terendam Banjir | Wagub DKI Tegaskan JIS untuk Kegiatan Olahraga

[POPULER JABODETABEK] Puluhan Rumah di Kramat Jati Terendam Banjir | Wagub DKI Tegaskan JIS untuk Kegiatan Olahraga

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Depok Hujan Petir pada Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Depok Hujan Petir pada Siang hingga Sore

Megapolitan
Siswi SMK di Cipayung yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang ke Rumah

Siswi SMK di Cipayung yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang ke Rumah

Megapolitan
Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Kembali Melonjak Jelang Libur Hari Raya Waisak

Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Kembali Melonjak Jelang Libur Hari Raya Waisak

Megapolitan
Jakarta Hujan Deras Minggu Sore, 24 RT Terendam Banjir

Jakarta Hujan Deras Minggu Sore, 24 RT Terendam Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.