Kompas.com - 14/11/2016, 21:04 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno, saat berkampanye di Petukangan, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016).  Kedatangan Sandiaga dalam rangka berdiskusi mengenai 23 program unggulan Anies-Sandiaga untuk Jakarta. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELICalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno, saat berkampanye di Petukangan, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016). Kedatangan Sandiaga dalam rangka berdiskusi mengenai 23 program unggulan Anies-Sandiaga untuk Jakarta.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, mengaku lebih pilih jemput bola dengan mendatangi warga ketimbang menerima aduan di rumah pemenangan seperti yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok,calon gubernur Jakarta dengan nomor pemilihan dua.

Sandiaga mengomentari Ahok yang mulai menerima aduan warga di Rumah Lembang, markas tim kampanye Ahok-Djarot Saiful Hidayat  mulai Senin (14/11/2016).

"Saya percaya, masyarakat kalau didatangi, lebih tulus, merasa dimanusiakan," kata Sandiaga di Cengkareng, Jakarta Barat, Senin.

Sandiaga mengaku dengan cara mendatangi warga di rumah mereka, ia akan lebih memahami masalah warga secara komprehensif.

Ketika datang ke Cengkareng Senin pagi tadi, Sandiaga diteriaki seorang warga bernama Upi. Upi mengaku tidak akan memilih Anies-Sandiaga, bahkan tidak akan memilih calon manapun alias golput, karena sudah sering diberi janji palsu oleh politisi.

"Tadi ada ibu-ibu teriak, ibu itu capek dijanjiin terus. Apa dia mau datang ke Balai Kota atau ke rumah saya? Nggak mungkinlah, makanya saya yang harus turun," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengatakan ia baru pertama kali menyapa warga Cengkareng. Karena itu, ia merasa bukan sebagai orang yang dikritik Upi.

Sandiaga mengakui, ia dan pasangannya, Anies Baswedan, memang lebih banyak agenda kampanye dibanding pasangan calon lainnya. Sandiaga berkampanye di tujuh bahkan lebih titik setiap hari.

"Kami kerja keras karena banyak keterbetasan, harus diimbangi kerja keras. Saya yakinin Mas Anies, nuansa akan lain kalau kami turun ke masyarakat. Sebanyak mungkin kesempatan ini kami gunakan, waktunya tidak akan tergantikan," ujar Sandiaga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.