Kompas.com - 16/11/2016, 12:48 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno, saat berkampanye di Petukangan, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016).  Kedatangan Sandiaga dalam rangka berdiskusi mengenai 23 program unggulan Anies-Sandiaga untuk Jakarta. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELICalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno, saat berkampanye di Petukangan, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016). Kedatangan Sandiaga dalam rangka berdiskusi mengenai 23 program unggulan Anies-Sandiaga untuk Jakarta.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, menyebutkan, sebagian besar warga yang dia temui saat kampanye memberi respons beragam terkait penetapan status tersangka oleh calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

"Mereka (warga) menginginkan keadilan ditegakkan, bukan pada warga menengah ke bawah saja, tetapi ke semua lapisan. Jadi hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas," kata Sandiaga saat berbincang dengan Kompas.com via telepon, Rabu siang.

Meski menangkap respons warga yang seperti itu, Sandi mengaku tidak akan berkomentar secara pribadi terkait hal tersebut. Menurut dia, apa yang sedang dijalani oleh Basuki telah masuk ke ranah hukum dan hal itu menjadi kewenangan Polri untuk menyelesaikan perkara yang dimaksud.

"Jadi, biarlah (kasus) ini diproses oleh polisi. Warga juga kebanyakan berharap tetap bisa memiliki peluang untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah dan kesempatan lapangan kerja yang luas," kata Sandi.

Bareskrim Polri tadi pagi telah menetapkan Basuki sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Penetapan tersangka disepakati meski tidak ada suara bulat saat gelar perkara terbuka yang dilaksanakan pada Selasa (15/11/2016) kemarin.

"Dengan demikian, (perkara ini) akan ditingkatkan dengan tahap penyidikan dengan menetapkan saudara Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka," ujar Kabareskrim Komjen Ari Dono di Mabes Polri.

Basuki ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Ingin Percepat Vaksinasi Covid-19 bagi Pelajar di Depok hingga Akhir 2021

Pemerintah Ingin Percepat Vaksinasi Covid-19 bagi Pelajar di Depok hingga Akhir 2021

Megapolitan
Hari Terakhir PPKM Level 4, Petugas Jarang Temukan Pengendara Tanpa STRP di Pos Kalimalang

Hari Terakhir PPKM Level 4, Petugas Jarang Temukan Pengendara Tanpa STRP di Pos Kalimalang

Megapolitan
1.437 Tahanan di Lapas-Rutan Salemba Tak Bisa Divaksinasi Covid-19 karena Masalah NIK

1.437 Tahanan di Lapas-Rutan Salemba Tak Bisa Divaksinasi Covid-19 karena Masalah NIK

Megapolitan
Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI 2021

Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI 2021

Megapolitan
Kekurangan Nakes, Vaksinasi Merdeka Batal Digelar di RW 001 Ciracas

Kekurangan Nakes, Vaksinasi Merdeka Batal Digelar di RW 001 Ciracas

Megapolitan
Anies: Jakarta Zona Aman Covid-19 Jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Anies: Jakarta Zona Aman Covid-19 Jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Megapolitan
Selama PPKM, Penumpang di Terminal Bus Kalideres Tak Sampai 50 Orang Per Hari

Selama PPKM, Penumpang di Terminal Bus Kalideres Tak Sampai 50 Orang Per Hari

Megapolitan
Gudang PT ASA, Tempat Penimbunan Obat Terkait Covid-19, Kembali Beroperasi

Gudang PT ASA, Tempat Penimbunan Obat Terkait Covid-19, Kembali Beroperasi

Megapolitan
Kronologi Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terinfeksi Covid-19

Kronologi Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Akan Jadi Syarat Masuk Tempat Hiburan, Ini Tanggapan Ancol

Vaksinasi Akan Jadi Syarat Masuk Tempat Hiburan, Ini Tanggapan Ancol

Megapolitan
Warga JGC Cakung Gotong Royong Bantu Pasien Covid-19, Sediakan Logistik hingga Kendaraan Antar Jemput

Warga JGC Cakung Gotong Royong Bantu Pasien Covid-19, Sediakan Logistik hingga Kendaraan Antar Jemput

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Dekat Kampus IPDN Cilandak Timur

Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Dekat Kampus IPDN Cilandak Timur

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.544 Orang

Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.544 Orang

Megapolitan
Kebakaran Landa Gudang di Parakan Sawangan, Asap Membubung Tinggi

Kebakaran Landa Gudang di Parakan Sawangan, Asap Membubung Tinggi

Megapolitan
Pengusaha Warteg Mengaku Babak Belur karena Pandemi Covid-19

Pengusaha Warteg Mengaku Babak Belur karena Pandemi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X