Kompas.com - 17/11/2016, 08:44 WIB
|
EditorFidel Ali

"Kalau lebaran kuda, lebaran (kan) milik orang Islam, masa negara dibuat lebaran kuda? Apa enggak menghina juga? Coba kalau Ahok yang ngomong langsung (lebaran kuda), pasti pada demo lagi," kata Ahok.

Pendukung yang memadati Rumah Lembang tertawa mendengar pernyataan Ahok tersebut.

"Ada lagi tuh anggota DPR yang terhormat, yang ngoceh-ngoceh bilangnya enggak mau teman sama penista agama macam-macam. Enggak tahunya foto ketawa-ketawa sama Donald Trump. Malu-maluin aja, iya enggak?," kata Ahok dengan muka kesal.

Ahok kemudian mengutip pernyataan Don King, seorang promotor tinju dunia. Yakni "Kemunafikan itu adalah ibu dari segala kejahatan, dan prasangka rasial adalah anak kesayangan si ibu".

Sementara warga yang mengadu terlihat tertawa mendengar pernyataan Ahok tersebut. Tak berhenti sampai di situ, ketika ada warga yang kembali mengadu, Ahok kembali menyelipkan "prasangka" nya menjadi tersangka kasus penistaan agama.

Kepada warga, dia bersyukur bukan menjadi tersangka koruptor. "Kalau tersangka karena belain orang, bangga saya. Ahok dipenjara karena difitnah dan dizalimi, top saya," kata Ahok. (Baca: Ahok Ingin Proses Hukumnya Terbuka seperti Kasus Jessica)

Kemudian dia menceritakan kisah perjalanan yang dilalui oleh Nelson Mandela. Mandela pernah dipenjara selama 30 tahun karena menyampaikan aspirasinya. Namun, setelah menjalani hukuman selama 30 tahun, akhirnya dia menjadi Presiden Afrika Selatan.

"Mandela dipenjara 30 tahun bisa jadi presiden. Siapa tahu gue jadi presiden, kan enak. Ngapain pusing," kata Ahok tertawa.

Hingga akhirnya Bareskrim Mabes Polri mengumumkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Kasus ini ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan.

Ahok masih melayani aduan warga ketika ketika pengumuman berlangsung. Meski memiliki status baru, Ahok terlihat santai ketika menemui warga dan awak media untuk memberikan pernyataan resminya.

Ahok tak akan mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan status tersangka. Selain itu, empat partai politik pengusung tak mencabut dukungan pasangan calon Ahok-Djarot.

Kompas TV Babak Baru Kasus Ahok
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawanan Pencuri Gasak Mobil Pikap di Larangan

Kawanan Pencuri Gasak Mobil Pikap di Larangan

Megapolitan
Atap Tribun Formula E Jakarta Ambruk, Polisi Akan Temui Kontraktor

Atap Tribun Formula E Jakarta Ambruk, Polisi Akan Temui Kontraktor

Megapolitan
Pembangunan Sirkuit Formula E Jakarta Habiskan Rp 190 Miliar

Pembangunan Sirkuit Formula E Jakarta Habiskan Rp 190 Miliar

Megapolitan
Tujuh Perusahaan Jadi Sponsor Lokal Formula E Jakarta, Nilainya Capai Rp 100 Miliar

Tujuh Perusahaan Jadi Sponsor Lokal Formula E Jakarta, Nilainya Capai Rp 100 Miliar

Megapolitan
Pengguna Commuter Line yang Transit di Manggarai Tidak Perlu Menyeberangi Rel

Pengguna Commuter Line yang Transit di Manggarai Tidak Perlu Menyeberangi Rel

Megapolitan
Petugas Terapkan Sistem Buka Tutup di Area Masuk Peron 6 dan 7 Stasiun Manggarai

Petugas Terapkan Sistem Buka Tutup di Area Masuk Peron 6 dan 7 Stasiun Manggarai

Megapolitan
Atap Tribun Formula E Ambruk Terkena Badai

Atap Tribun Formula E Ambruk Terkena Badai

Megapolitan
Selidiki Kasus Tabrak Lari Wartawan, Polisi Periksa CCTV di Sekitar Fly Over Kuningan

Selidiki Kasus Tabrak Lari Wartawan, Polisi Periksa CCTV di Sekitar Fly Over Kuningan

Megapolitan
Dua Kelompok Remaja Tawuran di Kebayoran Baru, Berjanji Bertemu lewat Media Sosial

Dua Kelompok Remaja Tawuran di Kebayoran Baru, Berjanji Bertemu lewat Media Sosial

Megapolitan
Hari Pertama Perubahan Rute KRL, Begini Komentar Penumpang di Stasiun Manggarai

Hari Pertama Perubahan Rute KRL, Begini Komentar Penumpang di Stasiun Manggarai

Megapolitan
Polisi Tangkap 4 Remaja Tawuran di Kebayoran Baru, Senjata Tajam dan Stik Golf Disita

Polisi Tangkap 4 Remaja Tawuran di Kebayoran Baru, Senjata Tajam dan Stik Golf Disita

Megapolitan
Banjir di Tol JORR Arah Serpong Tangsel Surut, Kendaraan Bisa Kembali Melintas

Banjir di Tol JORR Arah Serpong Tangsel Surut, Kendaraan Bisa Kembali Melintas

Megapolitan
Polda Metro Kantongi Identitas Terduga Pelaku Tabrak Lari Wartawan di Kuningan

Polda Metro Kantongi Identitas Terduga Pelaku Tabrak Lari Wartawan di Kuningan

Megapolitan
Hujan Deras Guyur Tangsel, BPBD Catat Tujuh Wilayah Terendam Banjir

Hujan Deras Guyur Tangsel, BPBD Catat Tujuh Wilayah Terendam Banjir

Megapolitan
Polda Metro Akan Evaluasi Perluasan Ganjil Genap Setelah Tiga Bulan

Polda Metro Akan Evaluasi Perluasan Ganjil Genap Setelah Tiga Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.