Kompas.com - 17/11/2016, 20:41 WIB
Kelompok relawan Abdi Rakyat saat menggelar jumpa pers di di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).kelompok relawan pendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ini  melarang anggotanya ikut dalam aksi unjuk rasa 4 November pada Jumat lusa. Alsadad RudiKelompok relawan Abdi Rakyat saat menggelar jumpa pers di di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).kelompok relawan pendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ini melarang anggotanya ikut dalam aksi unjuk rasa 4 November pada Jumat lusa.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Relawan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengumpulkan aspirasi warga dalam bentuk "Piagam Perjuangan Hak-Hak Komunitas". Anies-Sandi merupakan pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga pada Pilkada DKI 2017.

Koordinator Simpul Relawan, M Chozin Amirullah, mengatakan piagam itu berisi tiga harapan besar, yakni terkait korupsi, penggusuran, dan keterbelakangan.

“Pertama bahwa warga menolak dengan tegas segala bentuk praktek korupsi yang secara nyata telah menghalang-halangi perbaikan kehidupan warga," kata Chozin lewat pesan singkat di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Harapan kedua berupa penolakan warga atas segala bentuk praktek penggusuran di permukiman secara paksa dan menggunakan kekerasan. Harapan ketiga adalah menolak dengan tegas keadaan yang membuat warga berada dalam keterbelakangan.

Di sisi lain, para relawan juga mendorong Anies-Sandi agar mewujudukan hak atas pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Selain itu, mewujudkan hak atas tata hidup yang adil. Chozin menyampaikan bahwa warga menghendaki hidup yang terus tumbuh, berkembang dan maju.

"Tetapi kemajuan yang diharapkan adalah yang berkeadilan dan berkemanusiaan, oleh karena itu akses warga terhadap pendidikan dan ilmu, harus dibuka seluas-luasnya dan menempatkan hal tersebut sebagai hak warga," katanya.

Chozin menambahkan, warga juga menghendaki suatu penataan kehidupan bersama yang didasarkan pada keadilan, keterlibatan dan keberlanjutan (mempertimbangkan lingkungan).

"Warga tidak menolak untuk ditata dan menata diri dengan prinsip tersebut, yang tidak dikehendaki warga adalah praktek penggusuran dengan kekerasan," katanya.

Dalam deklarasi itu, isu korupsi menjadi bahasan pertama lantaran menjadi hal paling buruk dan penyebab kemiskinan.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Megapolitan
Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Megapolitan
Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Megapolitan
Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Megapolitan
2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X