Kompas.com - 18/11/2016, 08:06 WIB
Penulis Nursita Sari
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, sudah empat kali melaporkan penghadangan kampanye yang mereka alami ke Bawaslu DKI. Hasilnya, tiga laporan pertama dinyatakan tidak memenuhi unsur tindak pidana.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti mengatakan, ada unsur formil yang tidak terpenuhi. Selain itu, Bawaslu bersama tim sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu) menilai kampanye Ahok-Djarot juga tetap terlaksana dan tidak terhalangi.

Sementara itu, untuk aduan terakhir yang dilaporkan tim pemenangan Ahok-Djarot, yakni laporan penghadangan Djarot di Kembangan Utara, Jakarta Barat, Bawaslu DKI masih menindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu. Jumat (18/11/2016) ini, merupakan batas waktu terakhir untuk menindaklanjuti dan memutuskan hasilnya.

Sesuai kewenangannya, Bawaslu DKI memiliki waktu lima hari untuk menangani setiap laporan dugaan pelanggaran yang disampaikan kepada mereka.

"Yang satu ini lagi proses klarifikasi terlapor. Yang di Kembangan Utara, dan ini masih proses. Di situ ada dugaan bahwa pasangan calon enggak bisa kampanye karena ada yang menghalangi," ujar Mimah, Kamis (17/11/2016). (Baca: Tim Pemenangan Ahok-Djarot Serahkan "Surat Keprihatinan" ke Bawaslu DKI)

Hingga Kamis kemarin, Bawaslu telah memanggil sejumlah pihak untuk mendapatkan keterangan mengenai laporan penghadangan tersebut, termasuk Djarot. Proses yang tengah berjalan yakni klarifikasi dari orang yang diduga menghalang-halangi kampanye Djarot saat itu.

"Agar kita tahu bahwa terlapor ini kan harus punya hak jawab. Kita butuh hak jawabnya terlapor untuk memenuhi unsur ini," kata Mimah.

Apabila terlapor terbukti menghalangi kampanye Djarot, maka ia telah melakukan tindak pidana pemilu dengan melanggar Pasal 187 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang berbunyi: "Setiap orang yang dengan sengaja mengacaukan, menghalangi, atau mengganggu jalannya Kampanye, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp6.000.000,00 (enam juta rupiah)".

Apabila Bawaslu bersama tim sentra gakkumdu memutuskan adanya pelanggaran pidana, Bawaslu akan menyerahkannya kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Kompas TV Djarot Sebut Ada Pola Penghadangan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baim Wong dan Paula Datangi Polsek Kebayoran Lama Usai Buat Konten 'Prank' Laporan KDRT

Baim Wong dan Paula Datangi Polsek Kebayoran Lama Usai Buat Konten "Prank" Laporan KDRT

Megapolitan
Ketua IPW: Baim Wong Rendahkan Hukum, Kenakan Pidana Laporan Palsu

Ketua IPW: Baim Wong Rendahkan Hukum, Kenakan Pidana Laporan Palsu

Megapolitan
Berenang di Situ Pakeling Depok, Seorang Remaja Tewas Tenggelam

Berenang di Situ Pakeling Depok, Seorang Remaja Tewas Tenggelam

Megapolitan
Pengendara Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus Terjaring Operasi Zebra 2022

Pengendara Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus Terjaring Operasi Zebra 2022

Megapolitan
Aksi Simpati Suporter Bola Jabodetabek atas Tragedi Stadion Kanjuruhan, dari Tabur Bunga hingga Kosongkan Tribun

Aksi Simpati Suporter Bola Jabodetabek atas Tragedi Stadion Kanjuruhan, dari Tabur Bunga hingga Kosongkan Tribun

Megapolitan
Empat Pemuda Ditangkap di Bekasi Saat Sedang Konvoi Sambil Bawa 10 Senjata

Empat Pemuda Ditangkap di Bekasi Saat Sedang Konvoi Sambil Bawa 10 Senjata

Megapolitan
Ada Operasi Zebra di Tangsel pada 3–16 Oktober 2022, Ini Pelanggaran yang Disasar

Ada Operasi Zebra di Tangsel pada 3–16 Oktober 2022, Ini Pelanggaran yang Disasar

Megapolitan
Ini 3 Lokasi Operasi Zebra 2022 di Jakarta Barat

Ini 3 Lokasi Operasi Zebra 2022 di Jakarta Barat

Megapolitan
Kakorlantas Polri: Pungli Itu Enggak Boleh, Jangan Pakai 'Nyuap-nyuap'

Kakorlantas Polri: Pungli Itu Enggak Boleh, Jangan Pakai "Nyuap-nyuap"

Megapolitan
Diduga Hendak Bobol Toko Makanan di Tambora, Pelaku Lepaskan Tembakan

Diduga Hendak Bobol Toko Makanan di Tambora, Pelaku Lepaskan Tembakan

Megapolitan
Kontroversi Baim Wong, Daftarkan HAKI Citayam 'Fashion Week' hingga Konten 'Prank' KDRT

Kontroversi Baim Wong, Daftarkan HAKI Citayam "Fashion Week" hingga Konten "Prank" KDRT

Megapolitan
UPDATE 2 Oktober 2022: Bertambah 56, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 105.763

UPDATE 2 Oktober 2022: Bertambah 56, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 105.763

Megapolitan
Memastikan Prostitusi di Kalijodo Tidak Hidup Kembali...

Memastikan Prostitusi di Kalijodo Tidak Hidup Kembali...

Megapolitan
Baim Wong dan Paula Bakal Dipanggil Polisi Buntut Konten 'Prank' Laporan KDRT

Baim Wong dan Paula Bakal Dipanggil Polisi Buntut Konten "Prank" Laporan KDRT

Megapolitan
Polisi: Konten 'Prank' Baim Wong dan Paula Laporan Palsu, Bisa Kena Pidana

Polisi: Konten "Prank" Baim Wong dan Paula Laporan Palsu, Bisa Kena Pidana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.