Kompas.com - 19/11/2016, 16:28 WIB
Presiden Front Betawi Bersatu Amirullah (memegang mic) beserta sejumlah anggotanya saat mendatangi Rumah Lembang di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016). Kedatangan mereka bertujuan untuk mendeklarasikan dukungannya untuk calon gubernur DKI Jakarta nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Alsadad RudiPresiden Front Betawi Bersatu Amirullah (memegang mic) beserta sejumlah anggotanya saat mendatangi Rumah Lembang di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016). Kedatangan mereka bertujuan untuk mendeklarasikan dukungannya untuk calon gubernur DKI Jakarta nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
|
EditorPascal S Bin Saju

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPP Projo, Candi Sinaga, meminta agar publik tak mengaitkan kasus Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, posisi Presiden Jokowi dalam kasus ini adalah netral, tidak melindungi pihak mana pun.

"Jangan kaitkan efek Ahok dengan Bapak Presiden, yang membuat masyarakat pun jadi ikut-ikutan karena ada upaya mengaitkannya," ujar Candi di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).

Candi memastikan, isu bahwa Presiden Jokowi melindungi Ahok itu salah.

Bahkan, Presiden Jokowi sebelumnya telah menegaskan bahwa ia takkan melindungi Ahok dari jerat hukum.

Hal tersebut terbukti dari berlanjutnya proses hukum dan penetapan Ahok sebagai tersangka.

"Presiden tidak mengintervensi apa pun yang terjadi di lorong yudikatif itu," kata Candi.

"Status tersangka murni dari proses hukum. Kita tunggu prosesnya bagaimana," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan, proses hukum terhadap Ahok akan berjalan secara tegas dan transparan.

Ahok kini berurusan dengan Bareskrim Polri karena dituduh melakukan penistaan agama saat mengutip Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

"Saya tekankan, saya tidak akan melindungi Saudara Basuki Tjahaja Purnama karena sudah masuk pada proses hukum," kata Presiden Jokowi.

Penetapan Ahok sebagai tersangka membuktikan bahwa kasus tersebut tidak berkorelasi dengan kepentingan politik Presiden Jokowi, sebagaimana yang dituduhkan berbagai pihak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, RS Diminta Siapkan Tambahan Tempat Tidur Perawatan

Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, RS Diminta Siapkan Tambahan Tempat Tidur Perawatan

Megapolitan
Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Megapolitan
Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Empat Pelajar di Bekasi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Jaringan WiFi

Empat Pelajar di Bekasi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Jaringan WiFi

Megapolitan
Transjakarta Berikan Apresiasi ke Sopir Bus yang Berhasil Cegah Perempuan Bunuh Diri

Transjakarta Berikan Apresiasi ke Sopir Bus yang Berhasil Cegah Perempuan Bunuh Diri

Megapolitan
Penularan Covid-19 pada Anak Rendah Jadi Alasan Pemprov DKI Lanjutkan PTM 100 Persen

Penularan Covid-19 pada Anak Rendah Jadi Alasan Pemprov DKI Lanjutkan PTM 100 Persen

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Akan Selidiki Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Sopir Transjakarta Selamatkan Warga yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan Dua Jakarta Barat

Sopir Transjakarta Selamatkan Warga yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan Dua Jakarta Barat

Megapolitan
Anies Baswedan Berharap Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Berskala Global

Anies Baswedan Berharap Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Berskala Global

Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Tak Bergejala Berat, Wali Kota Tangerang: Vaksinasi Sangat Membantu

Banyak Pasien Covid-19 Tak Bergejala Berat, Wali Kota Tangerang: Vaksinasi Sangat Membantu

Megapolitan
Pesepeda Meninggal di Jalan Raya Pasar Minggu, Diduga Korban Tabrak Lari

Pesepeda Meninggal di Jalan Raya Pasar Minggu, Diduga Korban Tabrak Lari

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Megapolitan
Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Megapolitan
Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.