Kompas.com - 21/11/2016, 20:01 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat selesai diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya. Djarot diperiksa sebagai saksi atas kasus penghadangan kampanye dirinya di Kembangan Utara, Jakarta Barat. Nampak Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi atau yang akrab disapa Pras (kanan foto) ikut jadi saksi. Senin (21/11/2016). Kompas.com/Robertus BelarminusCalon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat selesai diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya. Djarot diperiksa sebagai saksi atas kasus penghadangan kampanye dirinya di Kembangan Utara, Jakarta Barat. Nampak Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi atau yang akrab disapa Pras (kanan foto) ikut jadi saksi. Senin (21/11/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menyerahkan penuntasan kasus penghadangan kampanyenya di Kembangan Utara, Jakarta Barat, kepada kepolisian.

"Kalau (disebut) terorganisir, sebetulnya tergantung pihak penyidik," kata Djarot kepada awak media, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, di Jakarta, Senin (21/11/2016) malam.

Namun, Djarot menduga yang menghadangnya kemungkinan kelompok yang terorganisasi.

"Kalau tidak terorganisir, kan ya susah ya. Karena sekelompok orang itu ternyata mengikuti saya," ujar Djarot.

(Baca: Dua Jam Diperiksa, Djarot Ceritakan Kronologi Penghadangan kepada Penyidik)

Sebab, penolak kampanyenya di Kembangan Utara diduga menggelar aksi penolakan yang sama saat Djarot berkunjung ke rumah Haji Saman, di Kembangan Selatan.

"Mereka masih ngikutin dan menghadang di sekitar 20 meter dari rumahnya Pak Haji Saman. Sehingga, mereka masih teriak-teriak," ujar Djarot.

Djarot saat itu melihat para penghadangnya itu karena sempat menyapa warga di lokasi. Dia lalu mengatakan massa yang menghadangnya itu dicegah aparat kepolisian agar tak mendekatinya.

Adapun kasus penghadangan kampanye itu saat ini sudah ditangani Polda Metro Jaya.

Kompas TV Djarot Ajak Dialog Warga yang Mengusirnya
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Ingin Jakarta Tetap Jadi Daerah Khusus meski Ibu Kota Dipindah

Ketua DPRD DKI Ingin Jakarta Tetap Jadi Daerah Khusus meski Ibu Kota Dipindah

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

Megapolitan
Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

Megapolitan
Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

Megapolitan
Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

Megapolitan
Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

Megapolitan
Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi 'Booster', Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi "Booster", Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

Megapolitan
Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

Megapolitan
Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Megapolitan
Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Megapolitan
Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Megapolitan
Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.