Kompas.com - 22/11/2016, 17:24 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bergegas memasuki ruangan untuk diperiksa di Bareskrim Polri di Jakarta, Selasa (22/11/2016). Ia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGBasuki Tjahaja Purnama alias Ahok bergegas memasuki ruangan untuk diperiksa di Bareskrim Polri di Jakarta, Selasa (22/11/2016). Ia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Sirra Prayuna, menegaskan akan mengikuti proses hukum kasus dugaan penistaan agama yang tengah berjalan.

Dia meminta seluruh pihak, termasuk pihak yang terus mendesak agar kliennya ditahan, untuk menghormati proses hukum yang berjalan di kepolisian.

"Saya kira, kita jangan mendahului dulu dari proses yang akan berlangsung hari ini. Kita tunggu saja," kata Sirra, di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2016).

(Baca: Kapolri Pertanyakan Motif Pihak yang "Ngotot" Minta Ahok Ditahan)

Pada Selasa (22/11/2016), Ahok menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Beberapa pihak mempertanyakan sikap kepolisian yang tidak menahan Ahok.

Menanggapi hal itu, Sirra mengutip pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Bahwa ingat tujuan dari pemidanaan itu seseorang sedapat mungkin tidak ditahan, seperti kata Kapolri, dia enggak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti," kata Sirra.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sirra menyebut desakan penahanan tersebut kurang bijak dan berbau politis. Sebab, saat ini, Ahok tengah mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

"Dari Pak Basuki apapun harus diterima dengan jiwa besar, kita harus bijak melihat sikap Pak Basuki. Kemudian, Pak Basuki sekarang sedang mengikuti proses elektoral, penahanan bukan tujuan utama proses penyidikan," kata Sirra.

Kompas TV Ahok Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Penistaan Agama
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

Megapolitan
Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Megapolitan
Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Megapolitan
Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Megapolitan
Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Megapolitan
Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Megapolitan
PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Megapolitan
Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.