Jika Terpilih, Anies-Sandi Lanjutkan Dana Hibah bagi Bamus Betawi

Kompas.com - 23/11/2016, 15:26 WIB
Sandiaga Uno tanda tangani kontrak politik yang disodorkan warga Kampung Nelayan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016) Kompas.com/David Oliver PurbaSandiaga Uno tanda tangani kontrak politik yang disodorkan warga Kampung Nelayan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika terpilih untuk memimpin Jakarta pada Pilkada 2017 nanti, Anies-Sandiaga akan tetap memberi hibah bagi Badan Musyawarah (Bamus) Betawi.

Sandiaga mengatakan, jika Ahok sempat memutus hibah untuk Bamus Betawi karena dirasa terlibat politik praktis, maka ia akan memberi hibah lagi namun harus dipastikan untuk program yang tepat.

"Ya saya lihat dulu, Bamus Betawi kan berbasis program. Programnya harus bisa dirasakan warga, bukan politik atau pengumpulan aspirasi yang bisa dibelokkan," kata Sandiaga di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (23/11/2016).

Sandiaga bercerita bahwa mertuanya, Haji Abdul Azis Marzuki merupakan tokoh Bamus Betawi. Sandiaga menyebut, 27 persen etnis Betawi yang kini ada di Ibu Kota perlu dirangkul dan diberdayakan. Sandiaga mengusulkan pemberdayaan melalui kegiatan-kegiatan tahunan seperti festival.

"Kalau dari festival akan ada letupan-letupan kecil, seperti kemarin Festival Cipayung, ada kerak telor dan lainnya, itu bisa jadi trigger," ujarnya.

Sedangkan untuk pemberdayaan yang berkesinambungan dan mampu menggerakan roda perekonomian, Sandiaga mengatakan, pemerintah daerah bisa saja memberikan insentif untuk mendorong komersialisasi dari kebudayaan Betawi.

"Dari pemerintah bisa ada keberpihakan, misalnya, setiap kawinan pemerintah kasih insentif katering kalau dia menyediakan kuliner Betawi. Jadi bisa dirasakan kebudayaan Betawi yang bukan hanya sustainable tapi juga profitable," ujar Sandiaga.

Bamus Betawi memperoleh dana hibah sebesar Rp 2,5 miliar dari APBD-P DKI 2016. Rencananya, Bamus Betawi akan mendapatkan dana hibah sebesar Rp 5 miliar dari APBD DKI 2017.

Ahok sebelumnya berencana menghentikan hibah untuk Bamus Betawi. Dia menilai, organisasi ini sudah politis dan menyebarkan kebencian melalui acara Lebaran Betawi.

Kompas TV Ahmad Dhani Dipanggil Wakil Gubernur Jakarta. Ada Apa Gerangan?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

Megapolitan
12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Megapolitan
Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Megapolitan
Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Megapolitan
Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Megapolitan
Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Megapolitan
Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Megapolitan
Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.