Kompas.com - 24/11/2016, 11:49 WIB
Pengendara sepeda motor melaju di samping baliho bergambar tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Jalan Kuningan, Jakarta, Rabu (23/11/2016). KPU DKI Jakarta menyediakan alat peraga kampanye untuk setiap pasangan calon dengan jumlah yang sama, namun apabila masih dirasa kurang mencukupi, masing-masing pasangan calon dibebaskan menambah alat peraga maksimal sebanyak 150 persen dari yang diadakan KPU. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPengendara sepeda motor melaju di samping baliho bergambar tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Jalan Kuningan, Jakarta, Rabu (23/11/2016). KPU DKI Jakarta menyediakan alat peraga kampanye untuk setiap pasangan calon dengan jumlah yang sama, namun apabila masih dirasa kurang mencukupi, masing-masing pasangan calon dibebaskan menambah alat peraga maksimal sebanyak 150 persen dari yang diadakan KPU.
Penulis Nursita Sari
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa kampanye pada Pilkada DKI 2017 sudah berlangsung hampir satu bulan. Pada pekan keempat, alat peraga kampanye yang difasilitasi KPU DKI mulai dipasang di lokasi yang sudah ditentukan.

Nama ruas jalan yang ditentukan tercantum dalam Keputusan KPU DKI Jakarta Nomor 62/Kpts/KPU-Prov-010/Tahun 2016 tentang lokasi pemasangan alat peraga kampanye yang difasilitasi KPU DKI Jakarta dalam Pilkada 2017.

Pantauan Kompas.com pada Kamis (24/11/2016), baliho ketiga pasangan cagub-cawagub sudah dipasang di sekitar Tugu Tani, Jalan Arief Rachman Hakim, Menteng, Jakarta Pusat.

Baliho itu dipasang sesuai nomor pemilihan ketiga paslon, yakni paslon nomor 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, paslon nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot, dan paslon nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Sesuai peraturan, KPU DKI memfasilitasi lima baliho di setiap kota/kabupaten untuk setiap paslon. Kelima baliho itu dipasang di lima titik yang berbeda di setiap kabupaten/kota. Selain baliho, KPU DKI juga memfasilitasi 20 umbul-umbul per kecamatan untuk setiap paslon.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Pengendara sepeda motor melaju di samping baliho bergambar tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Jalan Kuningan, Jakarta, Rabu (23/11/2016). KPU DKI Jakarta menyediakan alat peraga kampanye untuk setiap pasangan calon dengan jumlah yang sama, namun apabila masih dirasa kurang mencukupi, masing-masing pasangan calon dibebaskan menambah alat peraga maksimal sebanyak 150 persen dari yang diadakan KPU.
Di setiap kecamatan, KPU DKI menentukan empat lokasi pemasangan. Umbul-umbul yang sudah dipasang salah satunya yakni di Jalan Saharjo, Setiabudi, Jakarta Selatan. Di ruas jalan tersebut, ada lima umbul-umbul setiap paslon.

Sama seperti baliho, umbul-umbul itu dipasang berurutan sesuai nomor pemilihan paslon. Alat peraga kampanye lainnya yang difasilitasi KPU DKI yakni spanduk yang dipasang di kelurahan.

Setiap kelurahan akan dipasang dua spanduk yang lokasinya juga ditentukan. Selain alat peraga kampanye yang difasilitasi KPU DKI, masing-masing paslon bisa menambah maksimal 150 persen dari jumlah yang difasilitasi.

Pemasangan alat peraga tersebut boleh dipasang di titik yang sama dengan yang ditentukan KPU DKI atau di titik lain yang didaftarkan kepada KPU DKI.

Saat berbincang dengan Kompas.com pada Senin (21/11/2016), Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno, mengatakan, pemasangan baliho dilakukan sejak Sabtu (19/11/2016). Sementara umbul-umbul dan spanduk mulai dipasang pada Senin. (Baca: Ini Alat Peraga Kampanye yang Boleh Dibuat Cagub-Cawagub DKI)

Sumarno menuturkan, pemasangan alat peraga kampanye harus mematuhi peraturan yang ada. Jika tidak, Bawaslu DKI Jakarta akan memberi peringatan atau menurunkan alat peraga kampanye tersebut.

"Yang dipasang di area publik harus mengikuti ketentuan yang ada. Bawaslu yang akan melakukan pengawasan, kan kita berikan data (lokasi pemasangan alat peraga kampanye). Kalau tidak sesuai, Bawaslu akan memperingatkan tim pasangan calon untuk menurunkan. Kalau tidak (diturunkan), Bawaslu yang menertibkan, berkoordinasi dengan Satpol PP," ujar Sumarno.

Adapun detail lokasi pemasangan alat peraga kampanye dapat dilihat dalam Keputusan KPU DKI Jakarta Nomor 62/Kpts/KPU-Prov-010/Tahun 2016 yang diunggah di laman www.kpujakarta.go.id.

Kompas TV Hari Ini KPU DKI Resmi Umumkan Nama Cagub
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Megapolitan
Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Megapolitan
Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Megapolitan
Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Megapolitan
Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Megapolitan
Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Megapolitan
P2TP2A Akan Berikan 'Trauma Healing' ke Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel

P2TP2A Akan Berikan "Trauma Healing" ke Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel

Megapolitan
Hujan Lebat, Kompleks Karang Tengah Permai Tangerang Tergenang 60 Sentimeter

Hujan Lebat, Kompleks Karang Tengah Permai Tangerang Tergenang 60 Sentimeter

Megapolitan
Daihatsu Terios Oleng lalu Tabrak Separator Busway di Kebayoran Lama

Daihatsu Terios Oleng lalu Tabrak Separator Busway di Kebayoran Lama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.