Ahok Sebut Kalibata City Program Pelanggaran

Kompas.com - 24/11/2016, 16:57 WIB
Aparat gabungan dari Badan Narkotika Nasional, Polda Metro Jaya, dan Kantor Imigrasi, melakukan razia narkoba dan warga negara asing (WNA) di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2016). Razia dilakukan untuk memberantas dugaan sindikat narkoba dan penyalahgunaan keimigrasian WNA. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOAparat gabungan dari Badan Narkotika Nasional, Polda Metro Jaya, dan Kantor Imigrasi, melakukan razia narkoba dan warga negara asing (WNA) di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2016). Razia dilakukan untuk memberantas dugaan sindikat narkoba dan penyalahgunaan keimigrasian WNA.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut banyak warga yang berpenghasilan tinggi menetap di rumah susun Kalibata City.

Pernyataan Ahok ini menyusul keluhan penghuni Kalibata City yang meminta keadilan soal terbitnya surat keputusan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kalau Bapak minta keadilan, kalau saya adil, bicara jujur, Kalibata City itu program pelanggaran. Karena yang beli apartemen adalah bapak-bapak yang gajinya di atas Rp 5 juta," kata Ahok, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016).

Ahok menjelaskan, Kalibata City termasuk dalam program rumah susun sederhana milik (rusunami) yang diperuntukkan bagi warga berpenghasilan di bawah Rp 5 juta tiap bulannya. Ahok merasa kesal, karena semakin lama, unit di rusunami tersebut dihuni oleh warga kelas menengah ke atas.

Selain itu, lanjut dia, ada lahan parkir khusus yang disediakan di Kalibata City. Menurut Ahok, seharusnya tidak ada lahan parkir mobil di sana.

"Karena dirancang untuk naik kereta. Mohon maaf, ada juga perempuan simpanan macam-macam di sana," kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan, dirinya tak sepakat dengan program pembangunan rusunami. Sebab rawan disalahgunakan.

"Kalau keadilan saya, saya akan periksa penghasilan bapak ibu semua dan usir semua penghuni yang tidak sesuai. Tapi kan saya kan sadar, ini kesalahan tempo dulu," kata Ahok.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Senin Malam, 20 RT di Jakarta Tergenang Banjir

Senin Malam, 20 RT di Jakarta Tergenang Banjir

Megapolitan
[Update 26 Oktober]: Kasus Aktif Covid-19 di Depok Sebanyak 1.333 Orang

[Update 26 Oktober]: Kasus Aktif Covid-19 di Depok Sebanyak 1.333 Orang

Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Diterjang Angin Puting Beliung, Fasilitas Gedung Kesenian Kota Bekasi Rusak

Diterjang Angin Puting Beliung, Fasilitas Gedung Kesenian Kota Bekasi Rusak

Megapolitan
Dirampok di JPO Cilandak Timur, Seorang Ibu Dipukul oleh Perampok

Dirampok di JPO Cilandak Timur, Seorang Ibu Dipukul oleh Perampok

Megapolitan
Pelaku Mengaku Ingin Kuasai Uang PSK Rp 1,8 Juta, Polisi Anggap Alasannya Janggal

Pelaku Mengaku Ingin Kuasai Uang PSK Rp 1,8 Juta, Polisi Anggap Alasannya Janggal

Megapolitan
Libur Panjang, Pemesanan Tiket untuk Keberangkatan di 3 Stasiun di Jakarta Naik 3 Kali Lipat

Libur Panjang, Pemesanan Tiket untuk Keberangkatan di 3 Stasiun di Jakarta Naik 3 Kali Lipat

Megapolitan
Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

Megapolitan
Polisi Duga Kasus Pembunuhan PSK di Bekasi Sudah Terencana

Polisi Duga Kasus Pembunuhan PSK di Bekasi Sudah Terencana

Megapolitan
Petugas PPSU Ciduk Perampok yang Kabur Setelah Jambret Seorang Ibu di JPO

Petugas PPSU Ciduk Perampok yang Kabur Setelah Jambret Seorang Ibu di JPO

Megapolitan
Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Penjambretan Saat Bersepeda di Sekitar Monas

Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Penjambretan Saat Bersepeda di Sekitar Monas

Megapolitan
Hujan dan Angin Kencang di Depok Senin Sore, 2 Pohon di Permukiman Warga Tumbang

Hujan dan Angin Kencang di Depok Senin Sore, 2 Pohon di Permukiman Warga Tumbang

Megapolitan
Pemilik Panti Pijat Positif Covid-19 yang Kabur Tak Ditemukan di Rumahnya

Pemilik Panti Pijat Positif Covid-19 yang Kabur Tak Ditemukan di Rumahnya

Megapolitan
Cegah Banjir, Pembuatan Bendungan Waduk di Cilincing Dikebut Satu Bulan

Cegah Banjir, Pembuatan Bendungan Waduk di Cilincing Dikebut Satu Bulan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Bantu Perbaiki 186 Rumah yang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Pemkot Bekasi Akan Bantu Perbaiki 186 Rumah yang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X