Kompas.com - 25/11/2016, 11:38 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono dan Plt Irjen Kemendagri Sri Wahyuningsih dalam apel saber pungli di lapangan Monas, Kamis (24/11/2016). Jessi CarinaPlt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono dan Plt Irjen Kemendagri Sri Wahyuningsih dalam apel saber pungli di lapangan Monas, Kamis (24/11/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, menjawab tudingan Gubernur DKI Jakarta Basuki non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menyebut dia membongkar KUA-PPAS DKI 2017. Tudingan itu terkait dengan adanya peningkatan nilai KUA-PPAS DKI 2017 sebesar Rp 2 triliun dari yang diajukan eksekutif dengan yang disepakati bersama DPRD DKI.

"Itu kan karena ada peningkatan pendapatan oleh Pemprov DKI. Ada anggaran Rp 70 triliun, masa kemudian kami gunakan cuma Rp 68 triliun. Berarti ada (sisa) anggaran Rp 2 triliun, apa iya kemudian kami simpan?" kata Sumarsono di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jalan Gatoto Subroto, Jumat (25/11/2016).

Sumarsono mengatakan, dia hanya mengoptimalkan peningkatan pajak daerah saja untuk program pembebasan lahan dan peningkatan sarana dan prasarana seperti rusun.

Selain penambahan Rp 2 triliun, Sumarsono merasa tidak ada yang berubah dari KUA-PPAS DKI 2017.

Nilai KUA-PPAS DKI 2017 mencapai Rp 70,28 triliun.

"Apakah ada pembongkaran? Tidak ada, semua bersih. Ketua TPAD itu tetap Sekda, kemudian pendukungnya Bappeda. Tidak ada perubahan sedikit pun dari SKPD, semua berjalan lancar, lebih cepat lagi, jadi hampir tidak ada perubahan tentang KUA-PPAS," kata Sumarsono.

Ia juga mengaku tidak banyak mencampuri urusan penganggaran. Dia hanya memberi pesan untuk memperhatikan sektor pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan Betawi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena kami enggak boleh membangun Jakarta tanpa Betawi," ujar dia.

Ahok, yang sedang cuti karena harus ikut kampanye Pilkada DKI 2017, sempat menggelengkan kepala saat mengetahui Sumarsono menganggarkan hibah untuk Bamus Betawi. Padahal, Ahok telah menghilangkan anggaran tersebut. Sumarsono merencanakan menganggarkan hibah untuk Bamus Betawi pada APBD 2016 dan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2017.

(Baca: Kebijakan-kebijakan Ahok yang Diubah Sumarsono)

"KUA-PPAS yang saya susun kan dibongkar habis sama Plt (Gubernur DKI Jakarta Sumarsono), disusun ulang dengan struktur yang baru," kata Ahok.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Megapolitan
Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Megapolitan
Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X