Ruhut Hibur Warga Cipete yang Kecewa karena Ahok Batal Datang

Kompas.com - 25/11/2016, 15:40 WIB
Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, saat menghibur warga yang kecew Ahok batal kampanye di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaJuru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, saat menghibur warga yang kecew Ahok batal kampanye di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok batal berkampanye di Jalan Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016) siang ini. Padahal, banyak warga yang sudah berkumpul di depan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Villa Taman Sawo.

Selain itu, terlihat pula relawan berkemeja kotak-kotak serta aparat kepolisian yang berjaga.

"Yah, Pak Ahok enggak jadi datang ya," kata seorang ibu yang tengah menggendong anak.

Kemudian sekitar pukul 14.30 WIB, juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, datang. Dengan berkemeja kotak-kotak, dia menghampiri kerumunan warga. Ruhut meminta maaf karena Ahok batal mengunjungi lingkungan tempat tinggal mereka.

"Aku mau menyampaikan permohonan maaf, tadi Pak Ahok telepon aku bilang, 'Tolong bertemu dengan masyarakat karena saya mendadak ada rapat.' Datang langsung jubirnya Pak Ahok, Si Poltak Raja Minyak dari Medan," kata Ruhut tertawa disambut gelak tawa warga.

Ruhut meminta warga untuk tidak khawatir. Ia berjanji akan mengagendakan ulang kunjungan Ahok ke Cipete Utara.

"Ibu-ibu enggak usah khawatir, kami jadwalkan lagi, Bu," kata Ruhut. (Baca: Ruhut Sebut Ahok Mirip Donald Trump)

"Bener ya, Pak, tetapi Pak Ahok ya Pak yang datang," kata warga yang kebanyakan ibu-ibu tersebut.

Tak ada Ahok, Ruhut pun jadi. Warga yang awalnya kecewa akhirnya berfoto bersama Ruhut.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selisih hingga 659, Data Kasus Aktif Covid-19 Pemkot Bekasi Tak Sinkron dengan Pemprov Jabar

Selisih hingga 659, Data Kasus Aktif Covid-19 Pemkot Bekasi Tak Sinkron dengan Pemprov Jabar

Megapolitan
Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Megapolitan
Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Megapolitan
Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Megapolitan
Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Megapolitan
3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

Megapolitan
Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Megapolitan
3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X