Cara Anies Tanggapi Keluhan Warga Jakarta Pemegang BPJS

Kompas.com - 29/11/2016, 10:03 WIB
Cagub DKI Jakarta, Anies Baswedan di Jakarta, Kamis (24/11/2016). Kahfi Dirga CahyaCagub DKI Jakarta, Anies Baswedan di Jakarta, Kamis (24/11/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Isu soal pelayanan BPJS Kesehatan selalu ada di hampir setiap kunjungan calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ke masyarakat.

Keluhan itu beragam. Mulai dari pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga ketersediaan kamar bagi warga yang menggunakana BPJS.

Contohnya salah seorang warga di Gang Taniwan, Kapuk, Jakarta Barat. Warga tersebut mengeluhkan rumitnya prosedural rumah sakit bagi warga BPJS saat di IGD. Padahal, kata dia, pasien tersebut sudah dalam kondisi darurat.

"Tolong diperhatikan, Pak. Prosedural pemegang BPJS di IGD kalau bisa dikurangin dulu. Persoalan nanti mau dirawat inap atau jalan kan nanti. Paling penting bisa tertangani dulu," kata warga yang tak menyebutkan namanya ke Anies di Gang Taniwan, Jakarta Barat, Senin (28/11/2016).

Anies sepakat soal pelayanan BPJS perlu diperbaiki. Ia mengakui tak sedikit dirinya mendapat keluhan dari masyarakat soal pelayanan BPJS di Jakarta.

Ke depan, Anies memastikan akan membantu masyarakat dalam perbaikan pelayanan BPJS. Anies mengakui bahwa BPJS bukan produk dari Pemprov DKI Jakarta. Kendati demikian, ia tetap akan membantu dengan berbicara langsung kepada Direktur Utama BPJS, Fahmi Idris.

"Kalau satu-satu kan susah. Nanti saya berbicara mewakili masyarakat Jakarta," kata dia.

Anies juga berjanji menambah kapasitas rumah sakit di Jakarta, termasuk memasukkan rumah sakit swasta ke dalam jaringan. Ia juga akan meminta secara khusus agar BPJS bagi warga Jakarta disederhanakan.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Positif Covid-19, Kondisinya Membaik

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Positif Covid-19, Kondisinya Membaik

Megapolitan
Cerita Jurnalis Foto, Kerja Berdampingan dengan Covid-19...

Cerita Jurnalis Foto, Kerja Berdampingan dengan Covid-19...

Megapolitan
Pemkot: Klaster Covid-19 Rumah Tangga Bermunculan di Depok

Pemkot: Klaster Covid-19 Rumah Tangga Bermunculan di Depok

Megapolitan
Pegawai Puskesmas di Bogor yang Positif Covid-19 Kini 30 Orang

Pegawai Puskesmas di Bogor yang Positif Covid-19 Kini 30 Orang

Megapolitan
Hasil Rapid Test, 1.355 Karyawan Mal Aeon BSD Non-reaktif Covid-19

Hasil Rapid Test, 1.355 Karyawan Mal Aeon BSD Non-reaktif Covid-19

Megapolitan
Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pengusaha Taiwan, Pelaku Rencanakan di 4 Lokasi

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pengusaha Taiwan, Pelaku Rencanakan di 4 Lokasi

Megapolitan
Mal Aeon BSD Kembali Beroperasi Usai Ditutup Sepekan karena Kasus Covid-19

Mal Aeon BSD Kembali Beroperasi Usai Ditutup Sepekan karena Kasus Covid-19

Megapolitan
PSBB Transisi Dinilai Memperburuk Pandemi Covid-19, Warga: Kembali ke Awal Saja

PSBB Transisi Dinilai Memperburuk Pandemi Covid-19, Warga: Kembali ke Awal Saja

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pujasera Blok S Ditutup hingga Sabtu

4 Pedagang Positif Covid-19, Pujasera Blok S Ditutup hingga Sabtu

Megapolitan
Persiapan Paskibraka Upacara HUT RI di Jakarta Utara, Mulai Pembagian Tim hingga Rapid Test

Persiapan Paskibraka Upacara HUT RI di Jakarta Utara, Mulai Pembagian Tim hingga Rapid Test

Megapolitan
Jalan Pangeran Jayakarta Bekasi Berlakukan Uji Coba Lalu Lintas Satu Arah

Jalan Pangeran Jayakarta Bekasi Berlakukan Uji Coba Lalu Lintas Satu Arah

Megapolitan
Fakta dan Temuan pada Hari Kedua Pembersihan Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari

Fakta dan Temuan pada Hari Kedua Pembersihan Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi, Pemprov DKI Belum Akan Buka Tempat Hiburan

Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi, Pemprov DKI Belum Akan Buka Tempat Hiburan

Megapolitan
Covid-19 di Mata Wagub DKI, Dinilai Tidak Parah hingga Bantah Ada Zona Hitam di Jakarta

Covid-19 di Mata Wagub DKI, Dinilai Tidak Parah hingga Bantah Ada Zona Hitam di Jakarta

Megapolitan
Fakta Pengusaha Roti Asal Taiwan Tewas oleh Pembunuh Bayaran, Berawal Sekretaris Sakit Hati

Fakta Pengusaha Roti Asal Taiwan Tewas oleh Pembunuh Bayaran, Berawal Sekretaris Sakit Hati

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X