Kompas.com - 02/12/2016, 18:10 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono melakukan kampanye menemui Persatuan Pedagang Besi Tua Indonesia (PPTI) di Jalan Raya Bekasi, Kelurahan Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Agus disambut kesenian Reog. Selasa (29/11/2016). Kompas.com/Robertus BelarminusCalon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono melakukan kampanye menemui Persatuan Pedagang Besi Tua Indonesia (PPTI) di Jalan Raya Bekasi, Kelurahan Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Agus disambut kesenian Reog. Selasa (29/11/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Rico Rustombi, juru bicara tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, mengaku pihaknya kooperatif terhadap aturan pemasangan alat peraga kampanye.

Rico mengemukakan hal itu saat menanggapi temuan Badan Pengawan Pemilihan Umum  (Bawaslu) DKI Jakarta yang menyatakan jumlah pelanggaran alat peraga Agus-Sylvi terbanyak dibanding pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lain dalam Pilkada DKI 2017.

"Bagi relawan dan posko yang sudah didaftarkan, pastinya pemasangan spanduk, banner, atau alat peraga kampanye lainnya sangat tertib aturan. Namun, di lapangan, terkadang simpatisan yang tidak terdaftar di KPUD berinisiatif sendiri memasang spanduk serta banner," kata Rico melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (2/12/2016).

Ketua Bawaslu DKI, Mimah Susanti, sebelumnya mendata bahwa setidaknya sudah ada 120 alat peraga pasangan Agus Sylvi yang ditertibkan selama masa kampanye satu bulan terakhir.

(Baca: Ini Sanksi dari KPUD DKI jika Tim Agus-Sylvi Terbukti Melanggar)

Rico menanggapi bahwa timnya akan membantu untuk menurunkan secara sukarela alat peraga yang melanggar aturan.

"Saya rasa, inilah perlunya komunikasi dan kerja sama dengan Panwaslu untuk saling mengingatkan supaya bila ada informasi itu, kami juga siap bekerja sama," kata Rico.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Megapolitan
Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Megapolitan
LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Megapolitan
Polisi Sebut Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Ancam Nasabah dengan Gambar Porno

Polisi Sebut Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Ancam Nasabah dengan Gambar Porno

Megapolitan
Korsleting Panel Listrik Instalasi AC, Lantai 15 Gedung Wika Terbakar

Korsleting Panel Listrik Instalasi AC, Lantai 15 Gedung Wika Terbakar

Megapolitan
Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Polisi Amankan 4 Karyawan

Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Polisi Amankan 4 Karyawan

Megapolitan
Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo: Jauh Lebih Baik, Masih Harus Kontrol Kesehatan

Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo: Jauh Lebih Baik, Masih Harus Kontrol Kesehatan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penusuk Remaja yang Sedang Pacaran di Tambun Utara

Polisi Tangkap Penusuk Remaja yang Sedang Pacaran di Tambun Utara

Megapolitan
Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Kelola 4 Aplikasi

Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Kelola 4 Aplikasi

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok, Satu Siswa SMPN 10 Positif Covid-19

Sekolah Tatap Muka di Depok, Satu Siswa SMPN 10 Positif Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Siagakan 67 Pompa di Underpass Antisipasi Banjir

Pemprov DKI Siagakan 67 Pompa di Underpass Antisipasi Banjir

Megapolitan
Bamus Betawi Apresiasi Langkah Cepat Polisi Tangkap Pelaku Penghinaan

Bamus Betawi Apresiasi Langkah Cepat Polisi Tangkap Pelaku Penghinaan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berencana Sediakan Bahasa Isyarat di Pusat Pelayanan Publik

Pemkot Tangsel Berencana Sediakan Bahasa Isyarat di Pusat Pelayanan Publik

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Saya Sangat Menantikan Dipanggil Badan Kehormatan

Ketua DPRD DKI: Saya Sangat Menantikan Dipanggil Badan Kehormatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.