Kompas.com - 03/12/2016, 12:40 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, menyapa warga saat berkampanye ke pertokoan di Jalan Niaga, Muara Karang, Jakarta Utara, Sabtu (3/12/2016) pagi. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACalon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, menyapa warga saat berkampanye ke pertokoan di Jalan Niaga, Muara Karang, Jakarta Utara, Sabtu (3/12/2016) pagi.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, bersyukur doa bersama pada Jumat (2/12/2016) kemarin berlangsung aman, tertib, dan damai.

Hal itu diungkapkan Agus di sela-sela waktu kampanyenya di Jalan Niaga, Muara Karang, Jakarta Utara, Sabtu (3/12/2016) pagi.

"212 (2 Desember) ya sudah kita lihat semua kan. Sebetulnya mereka melakukan aksi yang damai dan kita syukuri, kemarin berjalan dengan lancar, tidak ada hal yang tidak diinginkan," kata Agus.

"Itu malah kita perlu contoh, tertib, bawa tempat sampah sendiri, yang penting kita menyikapi ini sebagai sebuah keniscayaan negara demokrasi," kata Agus.

Menurut Agus, Indonesia sebagai negara demokrasi harus bisa menghormati semua pendapat dan proses hukum yang berlaku.

Setiap orang bebas berpendapat apa saja mengenai suatu hal. Namun, setiap orang juga tetap harus menghargai proses hukum jika menyangkut soal kasus yang sedang dijalani oleh seseorang, seperti kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Kita hormati semua pendapat, kita hormati semua proses, ini adalah negara demokratis yang panglimanya adalah hukum," tutur Agus.

Doa bersama yang diikuti ribuan umat Islam dari berbagai daerah di Monas kemarin berlangsung dengan aman dan damai.

(Baca: Doa Bersama 2 Desember yang "Banjir" Pujian)

Meski cuaca sedang hujan, massa peserta doa bersama tetap beribadah shalat Jumat dengan khusyuk.

Doa bersama turut dihadiri oleh para petinggi negara, termasuk Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Kompas TV Demokrasi Indonesia Damai dan Bermartabat
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki 'Begal' oleh Pemuda Mabuk

Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki "Begal" oleh Pemuda Mabuk

Megapolitan
Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Megapolitan
Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Megapolitan
Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Megapolitan
Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Megapolitan
4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Megapolitan
Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Megapolitan
Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Megapolitan
Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna, Polisi: Pelaku Bilang 'Saya Tahu Risikonya'

Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna, Polisi: Pelaku Bilang "Saya Tahu Risikonya"

Megapolitan
Akibat Hujan Deras, Pohon Tumbang di Duren Sawit hingga Timpa Kabel Internet

Akibat Hujan Deras, Pohon Tumbang di Duren Sawit hingga Timpa Kabel Internet

Megapolitan
Pembunuhan di Jatisampurna Direncanakan, Pelaku Siapkan Baju Ganti untuk Hilangkan Jejak Darah Korban

Pembunuhan di Jatisampurna Direncanakan, Pelaku Siapkan Baju Ganti untuk Hilangkan Jejak Darah Korban

Megapolitan
Ditemukan Dua Kasus Suspek PMK Hewan Ternak di Tangsel, Menteri Pertanian: Sedang Masa Pemulihan

Ditemukan Dua Kasus Suspek PMK Hewan Ternak di Tangsel, Menteri Pertanian: Sedang Masa Pemulihan

Megapolitan
Video Viral Polisi Acungkan Pistol ke Warga di Pesanggrahan, Kapolres: Dia Menunjukkan Senpi, Bukan Menodongkan

Video Viral Polisi Acungkan Pistol ke Warga di Pesanggrahan, Kapolres: Dia Menunjukkan Senpi, Bukan Menodongkan

Megapolitan
Petugas Gagalkan Penyeludupan Ganja ke Rutan Salemba, Paket Dikirim Melalui Ojek Online

Petugas Gagalkan Penyeludupan Ganja ke Rutan Salemba, Paket Dikirim Melalui Ojek Online

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.