Pujian Plt Gubernur DKI untuk Acara Doa Bersama

Kompas.com - 05/12/2016, 10:34 WIB
Elemen masyarakat dari berbagai kalangan saat melaksanakan shalat Jumat di kawasan silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016). Masyarakat menggelar doa bersama serta mendoakan kesatuan Indonesia dan massa juga mendesak pihak terkait agar segera menuntaskan kasus dugaan penistaan agama. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGElemen masyarakat dari berbagai kalangan saat melaksanakan shalat Jumat di kawasan silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016). Masyarakat menggelar doa bersama serta mendoakan kesatuan Indonesia dan massa juga mendesak pihak terkait agar segera menuntaskan kasus dugaan penistaan agama.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengapresiasi penyelenggaraan doa bersama pada Jumat (2/12/2016) lalu yang berlangsung super damai.

Menurut dia, penyelenggaraan doa bersama ini jauh lebih baik dibandingkan aksi damai pada Jumat (4/11/2016) lalu. Contohnya untuk tanaman yang berada di kawasan Monumen Nasional (Monas) serta lokasi lain yang dilewati peserta doa bersama.

"Kemarin yang aksi damai tanggal 4 November ada 6.600 tanaman rusak dan enam pagar Monas yang jebol. Nah, sekarang tidak ada satu batang pun tanaman yang tumbang atau patah, bahkan tidak satu daun pun jatuh. Artinya, doa bersama ini berjalan betul-betul aman, nyaman, dan damai," kata Sumarsono kepada Kompas.com, Sabtu (3/12/2016).

Sumarsono menyebut dirinya sampai tidak tidur selama dua hari untuk mengontrol persiapan pelaksanaan doa bersama ini. Beberapa fasilitas yang dipersiapkan Pemprov DKI Jakarta seperti 54 tangki air wudhu, 150 tenaga dokter, enam rumah sakit yang buka selama 24 jam, 5.000 kantong plastik sampah yang dibagikan kepada peserta doa bersama, dan delapan ambulance.

Dia menyebut ada 156 peserta yang sakit karena masuk angin atau belum sempat makan. Enam peserta di antaranya dirujuk ke RSUD Tarakan dan kini telah kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Selain itu, ia melarang personel Satpol PP untuk membawa pentungan selama penyelenggaraan doa bersama. Pentungan diganti dengan air mineral kemasan untuk polisi dan peserta doa bersama.

Pemprov DKI Jakarta menghabiskan 10.000 dus air minum kemasan pada doa bersama kemarin. Pemprov DKI Jakarta juga mempersiapkan 100 unit bus transjakarta untuk digunakan peserta doa bersama dari Ciamis atau Tasikmalaya yang berjalan kaki menuju Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bus itu telah dipergunakan sebagai sarana transportasi peserta doa kembali ke kampung halamannya. Sehingga tidak ada peserta doa bersama yang tertinggal di Jakarta.

"Jadi enggak ada kerusakan sama sekali, kami terima kasih sekali kepada peserta doa dan dzikir bersama. Jadi luar biasa, itulah sejarah pertama, kalau ketemu orang MURI (Museum Rekor Indonesia), mestinya acara doa bersama dikasih rekor MURI. Karena bisa aman, nyaman, dan tenteram," kata Sumarsono.

Mengubah pandangan

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akses ke Pasar Anyar Bogor Disekat, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk

Akses ke Pasar Anyar Bogor Disekat, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk

Megapolitan
Lumpur di Saluran Penghubung Setiabudi Dikeruk

Lumpur di Saluran Penghubung Setiabudi Dikeruk

Megapolitan
Warga di Tangsel Dilarang Nyalakan Kembang Api dan Berkerumun Saat Tahun Baru 2022

Warga di Tangsel Dilarang Nyalakan Kembang Api dan Berkerumun Saat Tahun Baru 2022

Megapolitan
Kondisi Munarman Disebut Sehat

Kondisi Munarman Disebut Sehat

Megapolitan
Polisi Ancam Pidanakan Panitia dan Peserta jika Nekat Gelar Reuni 212 di Patung Kuda

Polisi Ancam Pidanakan Panitia dan Peserta jika Nekat Gelar Reuni 212 di Patung Kuda

Megapolitan
Kasus Dugaan Pengancaman yang Menjeratnya Segera Disidangkan, Jerinx: 'Kun Fayakun...'

Kasus Dugaan Pengancaman yang Menjeratnya Segera Disidangkan, Jerinx: "Kun Fayakun..."

Megapolitan
Ridwan Kamil Tetapkan UMK 2022 Kota Bekasi Rp 4.816.921, Tertinggi di Jawa Barat

Ridwan Kamil Tetapkan UMK 2022 Kota Bekasi Rp 4.816.921, Tertinggi di Jawa Barat

Megapolitan
PPKM Level 3 di Tangsel Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Tempat Wisata Tutup

PPKM Level 3 di Tangsel Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Tempat Wisata Tutup

Megapolitan
Sidang Pembacaan Dakwaan Munarman Ditunda, Kuasa Hukum Keberatan Soal BAP

Sidang Pembacaan Dakwaan Munarman Ditunda, Kuasa Hukum Keberatan Soal BAP

Megapolitan
Saat Panitia Ngotot Gelar Reuni 212 di Patung Kuda Jakarta Tanpa Izin Kepolisian

Saat Panitia Ngotot Gelar Reuni 212 di Patung Kuda Jakarta Tanpa Izin Kepolisian

Megapolitan
Reuni 212, dari Aksi Penjarakan Ahok hingga Tuntut Bebaskan Rizieq

Reuni 212, dari Aksi Penjarakan Ahok hingga Tuntut Bebaskan Rizieq

Megapolitan
Serikat Buruh Kecewa UMK Kota Tangerang Cuma Naik 0,56 Persen, padahal Kesepakatannya Bertambah 5,4 Persen

Serikat Buruh Kecewa UMK Kota Tangerang Cuma Naik 0,56 Persen, padahal Kesepakatannya Bertambah 5,4 Persen

Megapolitan
Aturan Masuk Bioskop di Jakarta Selama PPKM Level 2 hingga 13 Desember

Aturan Masuk Bioskop di Jakarta Selama PPKM Level 2 hingga 13 Desember

Megapolitan
266 Sumur Resapan Dibangun di Kepulauan Seribu Sepanjang 2021

266 Sumur Resapan Dibangun di Kepulauan Seribu Sepanjang 2021

Megapolitan
Momen Polisi Gunakan Senjata Api dan Tewaskan Warga Sipil, Tol Bintaro dan Kafe di Cengkareng Jadi Saksi

Momen Polisi Gunakan Senjata Api dan Tewaskan Warga Sipil, Tol Bintaro dan Kafe di Cengkareng Jadi Saksi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.