Cerita Ahok Tolak Sogokan Arloji "Richard Mille" dari Anak Buahnya

Kompas.com - 06/12/2016, 10:08 WIB
Calon pasangan cagub-cawagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama saat menerima pengaduan dari warga di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016). Ahok menerima pengaduan warga mengenai permasalahan Ibu Kota setiap pagi dari Senin hingga Jumat di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGCalon pasangan cagub-cawagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama saat menerima pengaduan dari warga di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016). Ahok menerima pengaduan warga mengenai permasalahan Ibu Kota setiap pagi dari Senin hingga Jumat di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta.
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bercerita tentang komitmennya memberantas korupsi kepada pendukungnya di Rumah Lembang. Basuki bercerita pernah ada anak buahnya yang mencoba memberi gratifikasi berupa arloji mahal.

"Dia maksa saya untuk ketemu, padahal buat apa saya sudah capek pulang kerja. Kata mereka, 'Tolonglah, Pak kami sayang sama Bapak,'," ujar Basuki atau Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Selasa (6/11/2016).

"Pas saya datang ternyata bawa tentengan gede. Katanya 'Ini tanda sayang kami sama Bapak'," ucap Ahok.

Ternyata itu merupakan arloji Richard Mille special edition. Ahok mengatakan, harga arlogi tersebut mencapai Rp 1,8 miliar. Anak buahnya itu mengatakan arloji tersebut adalah barang langka dan harganya akan semakin tinggi.

Ahok marah dan melaporkan pemberian itu kepada KPK sebagai bentuk gratifikasi. Dia mengatakan, hadiah untuknya tidak hanya arloji itu saja.

Anak buahnya juga sempat ingin memberinya ikan koi dari Jepang. Ada pula PNS DKI yang menawarkan komisi kepadanya dari hasil penjualan lahan. Ahok pun kembali melaporkan gratifikasi itu kepada KPK.

"Sampai jual lahan itu tawarin ke saya list belasan miliar, kata dia 'Ini jatah Bapak. Bapak kan mau kampanye, pasti butuh uang. Kami semua sayang sama Bapak'. Aduh enggak laki-laki enggak perempuan bilang sayang sama gue," ujar Ahok.

"Mungkin kita yang lapor gratifikasi terbesar sampai Rp 10 miliar," kata Ahok.

Namun, sejak penolakannya itu, dia merasa banyak PNS DKI yang memusuhinya. Ahok mengatakan dia sengaja menaikan gaji para PNS DKI. Gaji paling rendah PNS DKI adalah Rp 13 juta. Tunjangannya sendiri bisa mencapai Rp 75 juta. Kata Ahok, dia ingin PNS DKI merasa bersyukur dengan gaji mereka sendiri.

"Tapi kalau PNS yang biasa nyolong, cuma dapat Rp 75 juta mah masih kecil," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Megapolitan
Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Megapolitan
Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Megapolitan
Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Megapolitan
Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Megapolitan
5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

Megapolitan
Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

Megapolitan
FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X