Kompas.com - 06/12/2016, 13:21 WIB
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diabadikan saat mendaftar di KPU DKI Jakarta, Jumat (23/9/2016). Anies dan Sandiaga resmi mendaftarkan diri sebagai pasangan bakal cagub dan cawagub Pilkada DKI Jakarta, setelah diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. KOMPAs.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIAnies Baswedan dan Sandiaga Uno diabadikan saat mendaftar di KPU DKI Jakarta, Jumat (23/9/2016). Anies dan Sandiaga resmi mendaftarkan diri sebagai pasangan bakal cagub dan cawagub Pilkada DKI Jakarta, setelah diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, memfokuskan strategi kampanye terhadap penjelasan tiga program unggulan Anies-Sandi yang dianggap sebagai masalah dasar masyarakat di Jakarta.

Tiga program unggulan Anies-Sandi itu adalah penyediaan lapangan pekerjaan, pendidikan dan kepastian terjangkaunya harga kebutuhan pokok.

"Pertama soal penciptaan 200.000 lapangan kerja atau wirausaha baru. Sudah bukan hal baru bahwa Bang Sandi punya kemampuan mengembangkan hal tersebut karena dia figur pengusaha yang memulai dari lima orang pegawai, sekarang sudah ada 50.000 orang pegawainya," kata wakil ketua tim media Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak, kepada Kompas.com, Selasa (6/12/2016).

(Baca: Anies: Silakan Pemerintah DKI Tunjukkan Wibawanya)

Isu soal pendidikan, kata Naufal, akan lebih banyak dipaparkan Anies. Salah satu bentuk perwujudan program pendidikan Anies-Sandi adalah dengan tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap sekolah, baik yang berstatus negeri maupun yang swasta.

"Mas Anies seorang pendidik, dosen, kemudian rektor, dan jabatan terakhir di dunia pendidikan itu Mendikbud. Konsentrasi beliau kini bagaimana bisa membuat pendidikan ini terjangkau sesuai kebutuhan warga Jakarta," tutur Naufal.

(Baca: Sandiaga Ingin Warga Jakarta Melek Memilah Sampah)

Kemudian pasangan Anies-Sandi juga berusaha meyakinkan masyarakat soal kepastian harga-harga bahan pokok jika memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Naufal, jika ketiga poin ini bisa diterima dan dimengerti masyarakat, besar keyakinannya pasangan Anies-Sandi akan mendapat dukungan suara signifikan.

Selain fokus pada tiga poin tersebut, Anies dan Sandi akan memperbanyak kampanye terbatas dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Pasangan Anies-Sandiaga didukung Partai Gerindra dan PKS.

Kompas TV Anies: Kita Ingin Jakarta Memuliakan Perempuan

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 22 April: Pasien Bertambah, RS Wisma Atlet Rawat 1.587 Orang

Update 22 April: Pasien Bertambah, RS Wisma Atlet Rawat 1.587 Orang

Megapolitan
Sidang Rizieq Hari Ini: 14 Saksi Hadir, Salah Satunya Kapolsek Tebet

Sidang Rizieq Hari Ini: 14 Saksi Hadir, Salah Satunya Kapolsek Tebet

Megapolitan
MUI DKI Jakarta Haramkan Bermain Petasan dan Kembang Api

MUI DKI Jakarta Haramkan Bermain Petasan dan Kembang Api

Megapolitan
Fakta Menarik Irene Sukandar: Ambisi Kalahkan Kakak, Keliling Pasar Latih Mental, dan Karier Cemerlang

Fakta Menarik Irene Sukandar: Ambisi Kalahkan Kakak, Keliling Pasar Latih Mental, dan Karier Cemerlang

Megapolitan
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penusukan Pemuda di Kalideres

Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penusukan Pemuda di Kalideres

Megapolitan
Disdik DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar

Disdik DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar

Megapolitan
Masjid Agung Al Jihad di Ciputat, Ikon Azan Maghrib TVRI Tahun 1960-an

Masjid Agung Al Jihad di Ciputat, Ikon Azan Maghrib TVRI Tahun 1960-an

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

[POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

Megapolitan
Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

Megapolitan
Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

Megapolitan
Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

Megapolitan
[Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

[Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

Megapolitan
Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X