Djarot Sebut Sulit Cegah Anak-anak Hadir di Kampanye

Kompas.com - 07/12/2016, 22:22 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat saat kampanye di Kalideres, Jakarta Barat. Rabu ( 07/12/2016). Djarot berdiskusi mengenai banjir dengan warga setempat. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELICalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat saat kampanye di Kalideres, Jakarta Barat. Rabu ( 07/12/2016). Djarot berdiskusi mengenai banjir dengan warga setempat.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengaku sulit mencegah anak-anak untuk menghadiri kampanye dirinya. Sebab, anak-anak selalu ada di tiap wilayah yang ia kunjungi.

"Sekarang begini ya, ini banyak anak-anak lho, yang ngajak iki sopo (yang mengajak siapa)? Mereka ikut-ikut sendiri, iya enggak," kata Djarot di sela-sela kampanyenya di kawasan Kamal, Jakarta Barat, Rabu (7/12/2016).

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat sebelumnya akan memanggil Djarot terkait kampanye yang melibatkan anak-anak di Cengkareng beberapa waktu lalu. Djarot menyebut dirinya tidak bisa menanyakan tujuan kedatangan anak-anak itu satu per satu.

"Terus bagaimana, kan repot kita, masak dilarang. Hoi-hoi ayo pulang, semuanya enggak boleh ikut, kasihan juga kan. Yang penting kami tidak memaksa, mereka mana tahu visi misi kami," kata Djarot tertawa.

Rencananya, Panwaslu Jakarta Barat akan memanggil Djarot pada Kamis (8/12/2016) besok. Pemanggilan untuk mengecek soal kampanye melibatkan anak yang dilakukan oleh tim sukses pasangan nomor urut dua itu. (Baca: Komnas PA Prihatin Kampanye Pilkada DKI Libatkan Anak-anak)

Sebab, Panwaslu Jakarta Barat sudah melihat video seseorang mengajak anak-anak untuk berkampanye. Adapun ketentuan mengenai larangan membawa anak saat berkampanye diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak.

Kemudian, ada Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang larangan parpol melibatkan anak-anak. Pasal 32 huruf K memuat larangan memobilisasi warga negara Indonesia yang belum memiliki hak pilih, termasuk melibatkan anak-anak di dalam kampanye.

Pasangan calon gubernur-wakil gubernur bisa didiskualifikasi jika terbukti melakukan pelanggaran.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Megapolitan
UPDATE Covid-19:  Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

UPDATE Covid-19: Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

Megapolitan
Kurir Sabu yang Ditangkap di Padang Dapat Upah Rp 50 Juta per Kilogram

Kurir Sabu yang Ditangkap di Padang Dapat Upah Rp 50 Juta per Kilogram

Megapolitan
Satu Minggu PSBB Ketat, Satpol PP Kumpulkan Rp 22,5 Juta Denda Pelanggar Prokes

Satu Minggu PSBB Ketat, Satpol PP Kumpulkan Rp 22,5 Juta Denda Pelanggar Prokes

Megapolitan
Modus Dua Jambret di JPO Kalideres, Pepet Pejalan Kaki dan Tak Segan Lukai Korban

Modus Dua Jambret di JPO Kalideres, Pepet Pejalan Kaki dan Tak Segan Lukai Korban

Megapolitan
Kurir Sabu Berbalut Teh yang Ditangkap di Padang Jaringan Malaysia

Kurir Sabu Berbalut Teh yang Ditangkap di Padang Jaringan Malaysia

Megapolitan
Pemkot Tangsel Tak Tahu Ada Kendala Pengelolaan Sampah Medis di TPU Jombang

Pemkot Tangsel Tak Tahu Ada Kendala Pengelolaan Sampah Medis di TPU Jombang

Megapolitan
Dinkes Tangsel Akui Kecolongan Soal Pembakaran Sampah Medis di TPU Jombang

Dinkes Tangsel Akui Kecolongan Soal Pembakaran Sampah Medis di TPU Jombang

Megapolitan
Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

Megapolitan
Kalideres, Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi di Jakbar

Kalideres, Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi di Jakbar

Megapolitan
Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Dua Polisi Terluka Saat Lerai Tawuran di Manggarai

Dua Polisi Terluka Saat Lerai Tawuran di Manggarai

Megapolitan
Satu Wanita yang Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Diamankan Polisi

Satu Wanita yang Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Diamankan Polisi

Megapolitan
90 Kasus Baru di Bogor Tertinggi Selama Pandemi, Wali Kota Bogor: Kondisi Sangat Darurat!

90 Kasus Baru di Bogor Tertinggi Selama Pandemi, Wali Kota Bogor: Kondisi Sangat Darurat!

Megapolitan
Beroperasi 3 Hari, Lahan Baru di TPU Jombang Langsung Terisi 11 Jenazah Covid-19

Beroperasi 3 Hari, Lahan Baru di TPU Jombang Langsung Terisi 11 Jenazah Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X