Kompas.com - 13/12/2016, 12:40 WIB
Para anggota kepolisian berjaga saat berlangsungnya sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016). Gubernur non-aktif DKI Jakarta tersebut menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPara anggota kepolisian berjaga saat berlangsungnya sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016). Gubernur non-aktif DKI Jakarta tersebut menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama.
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ramainya orang di bekas Gedung Pengadilan Jakarta Pusat, lokasi berlangsungnya sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Selasa (13/12/2016), dimanfaatkan para pedagang untuk mencari rezeki.

(Baca juga: Tanggapan Anies Baswedan soal Sidang Perdana Kasus Ahok )

Ada yang lincah menembus kerumunan sambil membawa nampan berisi botol-botol air mineral. Harga air mineral yang dijual pedagang ini juga sedikit lebih tinggi dari harga normal.

Ada juga yang berjualan topi karena cuaca terik dan sinar matahari yang menyengat membuat peluh mengalir deras. Para penjual kacamata hitam turut menawarkan dagangan.

KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Massa berunjuk rasa menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipenjarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016). Gubernur non-aktif DKI Jakarta tersebut hari ini menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama.

"Namanya juga mencari sesuap nasi," kata seorang pedagang kacamata hitam yang biasa berkeliling Jakarta untuk menjajakan dagangannya itu.

(Baca juga: Anggap Dakwaan Tidak Jelas, Kuasa Hukum Ahok Minta Dakwaan Dibatalkan)

Sementara itu, orang-orang masih ramai berkumpul di luar pengadilan, termasuk anggota ormas yang berorasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu lintas terpantau padat, terutama di depan gedung pengadilan, karena penyempitan jalur dan para pengemudi yang melambatkan laju kendaraan untuk melihat suasana sekitar pengadilan.

Kompas TV Hadiri Perayaan Maulid Nabi, Ahok Minta Maaf

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Megapolitan
Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Megapolitan
Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Megapolitan
Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Megapolitan
Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Megapolitan
DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Megapolitan
Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Megapolitan
Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Megapolitan
Polisi Gerebek Kos-kosan Tempat Penagih Pinjol Ilegal Bekerja, 4 Orang Ditangkap

Polisi Gerebek Kos-kosan Tempat Penagih Pinjol Ilegal Bekerja, 4 Orang Ditangkap

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Pakai Identitas Istri dan Adik Ipar Saat Beraksi

Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Pakai Identitas Istri dan Adik Ipar Saat Beraksi

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, Seorang WN Nigeria Buron

Penipuan Modus Jual Black Dollar, Seorang WN Nigeria Buron

Megapolitan
Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.