Luncurkan E-Tilang, E-Samsat, dan SIM Online, Ini Harapan Kapolri

Kompas.com - 16/12/2016, 11:27 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberi sambutan dalam peluncuran  SIM baru online, e-tilang, dan e-Samsat, Jumat (16/12/2016),di Satpas Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta Barat. Nibras Nada NailufarKapolri Jenderal Tito Karnavian memberi sambutan dalam peluncuran SIM baru online, e-tilang, dan e-Samsat, Jumat (16/12/2016),di Satpas Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta Barat.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian meresmikan tiga layanan online dalam lalu lintas dan berkendara yaitu SIM baru online, E-Tilang, dan E-Samsat, Jumat (16/12/2016).

Saat di Satpas Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menyatakan ketiga layanan ini adalah upaya meningkatakan layanan dan mengurangi pungutan liar.

"Masalahnya tilang kita ini dikriminalisasi. Ketika tilang masuk ke peradilan pidana. Ditangkap oleh polisi, disita, dia ditilang, setelah itu masuk peradilan, dituntut jaksa dan divonis denda pengadilan. Di beberapa negara itu tidak dikriminalisasi," kata Tito dalam sambutannya.

Tito menerangkan, Polri punya dua opsi, melakukan terobosan atau mengubah undang-undang. Menurutnya, yang penting masyarakat tidak bersentuhan dengan petugas, masuk ke pos dan dimainkan macam-macam.

Terobosan ini akhirnya dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi unthk membuat pencatatan dan penindakan melalui aplikasi. Tito mengakui selama ini pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat masih sarat dengan permainan oknum.

E-tilang, E-Samsat, dan SIM baru online diharapkan dapat meminimalisir pungutan-pungutan liar dari oknum polisi sendiri hingga calo.

"Saya enggak mau nyatakan hilang, karena kadang-kadang penjahat lebih pinter dari kita. Pintar cari celah, paling tidak jauh berkurang. Karena semuanya bayarnya melalui ATM," ujar Tito. (Baca: Mulai Besok, Polisi Berlakukan E-Tilang, Apa Itu?)

Selain meminimalisir pungutan liar, Tito juga berharap masyarakat akan terbantu dengan layanan online ini. Pengurusan surat-surat berkendara dan pengurusan tilang yang selama ini memakan banyak waktu dan ongkos, kini akan jauh dipangkas.

"Jadi untuk memperpanjang nanti tidak perlu lagi untuk kembali ke daerah asal, misal orang Papua di Jakarta. Pulang biaya bisa Rp 5 juta. Jadi kawan dari Papua tidak perlu perpanjang ke Papua untuk pulang, cukup di Jakarta. Namun yang belum ada untuk SIM yang baru," kata Tito.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Fasilitas Wifi di Graha Wisata Ragunan agar Pasien Isolasi Covid-19 Tak Bosan

Ada Fasilitas Wifi di Graha Wisata Ragunan agar Pasien Isolasi Covid-19 Tak Bosan

Megapolitan
Anggota TNI hingga Satpol PP Bantu Pengamanan Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di Graha Wisata

Anggota TNI hingga Satpol PP Bantu Pengamanan Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di Graha Wisata

Megapolitan
Akan Dibangun Penampungan Sementara untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih

Akan Dibangun Penampungan Sementara untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih

Megapolitan
Pemprov DKI Sediakan 166 Kamar di Tiga Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Pemprov DKI Sediakan 166 Kamar di Tiga Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Graha Wisata Ragunan Siapkan 76 Kamar, ampu Tampung 152 Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Graha Wisata Ragunan Siapkan 76 Kamar, ampu Tampung 152 Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Megapolitan
Bawa Senjata Tajam, 28 Pelajar SMK di Bekasi Ditangkap Polisi

Bawa Senjata Tajam, 28 Pelajar SMK di Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tentukan Penghentian Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok, Polisi Akan Lakukan Gelar Perkara

Tentukan Penghentian Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok, Polisi Akan Lakukan Gelar Perkara

Megapolitan
Wakil Wali Kota Jakpus: Setiap Kelurahan Punya Ambulans Khusus Pasien Covid-19

Wakil Wali Kota Jakpus: Setiap Kelurahan Punya Ambulans Khusus Pasien Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Klaim Jumlah RW Zona Merah di Jakpus Menurun

Wakil Wali Kota Klaim Jumlah RW Zona Merah di Jakpus Menurun

Megapolitan
Cari Korban Pelecehan Lain, Polisi Cek Rekaman CCTV di Bandara Soetta 3 Bulan Terakhir

Cari Korban Pelecehan Lain, Polisi Cek Rekaman CCTV di Bandara Soetta 3 Bulan Terakhir

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pohon di Jakarta Timur

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pohon di Jakarta Timur

Megapolitan
Bus Hangus Terbakar di Kramat Jati

Bus Hangus Terbakar di Kramat Jati

Megapolitan
Polisi: Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Belum Sah Jadi Dokter

Polisi: Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Belum Sah Jadi Dokter

Megapolitan
Boleh Beroperasi Kembali, Kafe Broker Bekasi Janji Taati Protokol Kesehatan

Boleh Beroperasi Kembali, Kafe Broker Bekasi Janji Taati Protokol Kesehatan

Megapolitan
Graha Wisata Ragunan Siap Tampung Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Graha Wisata Ragunan Siap Tampung Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X