Tak Hadiri Acara Debat di Media, Sylvi Mengakui Ada Ruginya

Kompas.com - 16/12/2016, 12:54 WIB
Kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama ( kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kedua dari kiri) serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan (kedua dari kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) saat debat kandidat program acara Rosi dan Kandidat Pemimpin yang di selenggarakan Kompas TV  Jakarta di Djakarta Theater Ballroom, Jakarta, Kamis (15/12/2016). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama ( kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kedua dari kiri) serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan (kedua dari kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) saat debat kandidat program acara Rosi dan Kandidat Pemimpin yang di selenggarakan Kompas TV Jakarta di Djakarta Theater Ballroom, Jakarta, Kamis (15/12/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam debat yang diselenggarakan Kompas TV kemarin, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni tidak hadir.

Menanggapi hal ini, Sylvi mengakui, ada juga ruginya tidak hadir di debat yang diselenggarakan media.

"Kalau bicara kerugian, ya, artinya, pastilah ada, saya tidak mengatakan tidak ada kerugiannya," kata Sylvi kepada awak media di sela kampanye nya di RW 07 Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016).

Namun, Sylvi mengatakan punya skala prioritas. Debat kemarin juga menurutnya bukan debat yang diwajibkan KPU DKI untuk diikuti.

"Kalau debat yang diwajibkan oleh KPUD, pasti, itu pasti kita ikutin aturan, kita ngerti banget ke aturan dan regulasi apa yang mesti kita lakukan," ujar Sylvi.

Selain itu, Sylvi mengatakan, jadwalnya bersama Agus bertemu warga juga padat. Kadang ia pulang malam karena jadwal padatnya menemui warga tersebut, misalnya dalam acara maulid.

"Bisa lihat sendiri saja jadwal saya sendiri, saya pulang jam berapa, jam setengah satu malam," ujar Sylvi. (Baca: Alasan Agus Tak Hadiri Debat Cagub-Cawagub di "Kompas TV")

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, visi misi atau program bisa tersampaikan dengan mengunjungi langsung warga, bukan hanya dari media saja. Ia menilai dengan memilih turun lapangan, bisa mendengar apa harapan warga terhadap calon pemimpinnya.

"Lho dengan saya bertemu dengan masyarakat, masyarakat lebih apa ya, lebih dekat, lebih kemudian dia lebih senang kalau kita berpegangan tangan, kita selfie-an, tapi dia ngerti oh Mpok Sylvi punya programnya seperti ini," ujar Sylvi.

Saat ditanya bila ada undangan debat lagi di media apakah hadir atau tidak, Sylvi mengatakan akan melihat ketentuan.

"Sepanjang itu urusannya ikutin ketentuan, persyaratan yang harus dipenuhi oleh pasangan calon, saya pasti ikut," ujar Sylvi. (Baca: Agus: Tak Ada Kewajiban untuk Ikut Debat di Luar Agenda Resmi KPU)

Sylvi menganggap debat di media bukan sebagai latihan untuk menghadapi debat resmi yang diselenggarakan KPU DKI. Justru, bagi Sylvi, latihan menghadapi debat di KPU nanti adalah menjawab pertanyaan warga sekarang.

"Oh saya udah latihan, saya udah siap. Saya ditanyain terus 'gimana ini Bu Sylvi', itu latihan saya," ujarnya.

Kompas TV Adu Gagasan Kandidat Pemimpin Jakarta di Program Rosi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

Megapolitan
Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Megapolitan
Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Megapolitan
Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Megapolitan
Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Megapolitan
Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Megapolitan
PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Megapolitan
Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.