Penggalangan Dana Kampanye Ahok-Djarot Sudah Mencapai Rp 50 Miliar

Kompas.com - 19/12/2016, 08:37 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di acara gala dinner yang diselenggarakan relawan Koin Hoki di sebuah restoran di Jakarta Pusat. Sabtu (10/12/2016). Kompas.com/Robertus BelarminusCalon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di acara gala dinner yang diselenggarakan relawan Koin Hoki di sebuah restoran di Jakarta Pusat. Sabtu (10/12/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggalangan dana kampanye untuk Pilkada DKI 2017 yang sudah dilakukan tim dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, yaitu Basuki " Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, diklaim sudah menembus angka Rp 50 miliar.

Menurut Djarot, dana Rp 50 miliar yang terkumpul berasal dari berbagai kegiatan penggalangan, dari mulai jamuan makan berbayar hingga penggalangan dana yang dilakukan di Rumah Lembang.

"Basuki-Djarot disumbang oleh rakyat. Mereka gotong royong menyumbang dari mulai Rp 10.000, 20.000, 50.000,100.000 sampai Rp 75 Juta. Sekarang sudah terkumpul lebih dari Rp 50 miliar," kata Djarot saat menghadiri pelantikan pengurus dan apel siaga 2.000 relawan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Jakarta Barat, Minggu (18/12/2016).

Djarot merasa bangga dengan pencapaian yang disebutkannya itu. Ia meyakini hal tersebut tidak akan bisa dilakukan pasangan calon yang lain.

"Ada enggak pasangan lain yang disumbang rakyat? Ora ono," kata Djarot.

Menurut Djarot, penggalangan dana kampanye tidak hanya bertujuan untuk membantu pendanaan biaya selama masa kampanye. Tapi juga indikator didukung atau tidaknya pasangan tersebut oleh masyarakat.

Djarot menyatakan, dari Rp 50 miliar yang sudah terkumpul, 78 persen diantaranya merupakan sumbangan individu yang nominalnya di bawah Rp 500.000.

"Itu artinya yang menyumbang sebagian besar adalah rakyat kecil," kata Djarot.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X