Buni Yani: Kalau Saya Bohong, Saya Langsung Mati Saja...

Kompas.com - 19/12/2016, 14:34 WIB
Tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghasutan terkait SARA, Buni Yani, bersama kuasa hukumnya Aldwin Rahadian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/12/2016). Buni menghadiri sidang lanjutan permohonan praperadilan atas penetapan statusnya sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERATersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghasutan terkait SARA, Buni Yani, bersama kuasa hukumnya Aldwin Rahadian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/12/2016). Buni menghadiri sidang lanjutan permohonan praperadilan atas penetapan statusnya sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Saksi dalam kasus dugaan makar oleh Sri Bintang Pamungkas, Buni Yani, menegaskan dirinya belum pernah berhubungan dengan Sri Bintang. Justru, dia mengaku heran mengapa polisi memanggilnya untuk memberi keterangan sebagai saksi kasus Sri Bintang di Polda Metro Jaya besok, Selasa (20/12/2016).

"Nanti sama penyidiknya, saya bisa disumpah pakai Alquran. Keterangan saya bahwa saya tidak pernah hadir di sana. Saya orang Islam kan, shalat lima kali sehari, itu disumpah saja pakai Quran."

"Bila perlu, kalau saya bohong, saya langsung mati saja. Lihat muka saya, apakah saya bohong," kata Buni saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/12/2016).

Meski begitu, Buni memastikan dirinya akan hadir memenuhi panggilan polisi. Kehadirannya dalam rangka menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak punya hubungan apapun dengan Sri Bintang.

Secara terpisah, kuasa hukum Buni, Aldwin Rahadian, menyebut surat pemanggilan dari Polda Metro Jaya perihal meminta keterangan Buni soal video di YouTube yang menampilkan dugaan tindak pidana makar di bawah kolong jembatan dekat Kalijodo, Jakarta Utara.

Menanggapi hal tersebut, Aldwin menegaskan kliennya tidak pernah berada di sana maupun bertemu dengan Sri Bintang di bawah kolong jembatan Kalijodo.

"Pak Buni tidak hadir di sana dan tidak pernah menghadiri pertemuan itu. Tidak kenal dengan Pak Bintang juga. Tapi enggak apa-apa, karena polisi ingin minta keterangannya, saya mendorong supaya Pak Buni hadir menjelaskannya, biar clear," kata Aldwin.

Sedianya, Buni hadir dalam panggilan pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya pada Jumat (16/12/2016) lalu. Tapi, Buni saat itu sedang sakit sehingga pemeriksaan dijadwalkan ulang pada Selasa (20/12/2016) esok.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pencuri Ponsel di Ciputat Ditangkap, Berpura-pura Minta Sumbangan

Dua Pencuri Ponsel di Ciputat Ditangkap, Berpura-pura Minta Sumbangan

Megapolitan
Harga Daging Ayam Naik Jelang Natal Akibat Ketergantungan Pakan Impor

Harga Daging Ayam Naik Jelang Natal Akibat Ketergantungan Pakan Impor

Megapolitan
Nenek dan Cucu di Bogor Jadi Korban Tabrakan Harley Davidson

Nenek dan Cucu di Bogor Jadi Korban Tabrakan Harley Davidson

Megapolitan
Audiensi dengan DPRD Kota Bekasi, Pendemo Minta Solusi Polemik KS-NIK

Audiensi dengan DPRD Kota Bekasi, Pendemo Minta Solusi Polemik KS-NIK

Megapolitan
Berenang Tanpa Pelampung, Seorang Kakek Tewas Tenggelam di Pantai Ancol

Berenang Tanpa Pelampung, Seorang Kakek Tewas Tenggelam di Pantai Ancol

Megapolitan
PPSU Disuruh Berendam di Saluran Air, Ketua DPRD DKI Minta Lurah Jelambar Dicopot

PPSU Disuruh Berendam di Saluran Air, Ketua DPRD DKI Minta Lurah Jelambar Dicopot

Megapolitan
Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Megapolitan
Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Megapolitan
Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Megapolitan
Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Megapolitan
Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Megapolitan
Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Megapolitan
Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X