Anies Minta Masyarakat Kritis terhadap Hasil Survei Terkait Pilkada DKI

Kompas.com - 21/12/2016, 05:40 WIB
Anies Baswedan mendatangi warga di Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur, Senin (19/12/2016) Kompas.com/David Oliver PurbaAnies Baswedan mendatangi warga di Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur, Senin (19/12/2016)
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com —
Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta masyarakat kritis terhadap hasil survei terkait Pilkada DKI 2017 yang dilakukan sejumlah lembaga survei.

Anies menjelaskan, masyarakat harus kritis terhadap berapa banyak sampel atau responden yang dilibatkan dalam survei tersebut.

Adapun penjelasan Anies itu disampaikan menanggapi banyaknya hasil survei yang disampaikan sejumlah lembaga jelang Pilkada DKI 2017.

Anies menilai, ada lembaga survei yang menggunakan sampel sangat kecil sehingga tidak bisa merepresentasikan jumlah pemilih di Jakarta.

"Sampelnya berapa sih? Kira-kira margin error-nya berapa? Semua yang ngerti survei pasti tahu bahwa margin error-nya besar sekali. Artinya, kalau selisihnya masih dalam MoE (margin of error), sama sebetulnya," ujar Anies, saat ditemui di Jakarta Barat, Selasa (20/12/2016).

(Baca: Membandingkan Elektabilitas Cagub-Cawagub DKI dalam Dua Hasil Survei)


Anies menceritakan pengalamannya selama bekerja di sebuah lembaga riset pada 2006 hingga 2007. Menurut Anies, biaya untuk menghasilkan sebuah survei tidaklah murah.

Itu mengapa, Anies heran jika ada lembaga survei yang menyelenggarakan survei secara rutin. Anies mengatakan, dirinya hanya mengandalkan hasil survei internal yang dilakukan tim pemenangannya.

Hasil survei internal itu menunjukkan elektabilitas Anies-Sandiaga dalam taraf memuaskan.

"Kalau begitu, ada yang menyelenggarakan survei terus-menerus, maka tanyakan ada apa di balik ini? Diumumkan terus-menerus, ada apa ini? Saya enggak mau tanya sih," ujar Anies.

Kompas TV Survei Sebut Elektabilitas Ahok Alami Kenaikan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditegur agar Pakai Helm, Seorang Pemotor Malah Acungkan Jari Tengah ke Polisi

Ditegur agar Pakai Helm, Seorang Pemotor Malah Acungkan Jari Tengah ke Polisi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara | Alarm Bahaya dari Jakarta yang Jadi Medan Perang Hadapi Omicron

[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara | Alarm Bahaya dari Jakarta yang Jadi Medan Perang Hadapi Omicron

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 17 Januari: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore

Megapolitan
Pemberangkatan Umrah Dihentikan Sementara, Penyedia Jasa Travel Ikuti Arahan Pemerintah

Pemberangkatan Umrah Dihentikan Sementara, Penyedia Jasa Travel Ikuti Arahan Pemerintah

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Bom Waktu Omicron Terjadi saat Pelacakan Kasus di Jakarta Lemah

Epidemiolog Sebut Bom Waktu Omicron Terjadi saat Pelacakan Kasus di Jakarta Lemah

Megapolitan
Kurir Sembunyikan 25 Kg Sabu di Dalam Speaker Mobil

Kurir Sembunyikan 25 Kg Sabu di Dalam Speaker Mobil

Megapolitan
Fakta Penjual Gorengan Adu Bacok dengan Rentenir di Ciputat: Akibat Hutang Rp 350.000

Fakta Penjual Gorengan Adu Bacok dengan Rentenir di Ciputat: Akibat Hutang Rp 350.000

Megapolitan
Usai Cabuli Anak Penyandang Autisme, Pelaku Ancam Korban dan Beri Uang Rp 15.000

Usai Cabuli Anak Penyandang Autisme, Pelaku Ancam Korban dan Beri Uang Rp 15.000

Megapolitan
Dibungkus Kemasan Teh, 25 Kilogram Sabu di Legok Diduga dari Jaringan China-Malaysia

Dibungkus Kemasan Teh, 25 Kilogram Sabu di Legok Diduga dari Jaringan China-Malaysia

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta Sebut 39 Sekolah Ditutup Akibat Covid-19, Sebagian Sudah Dibuka Kembali

Wagub DKI Jakarta Sebut 39 Sekolah Ditutup Akibat Covid-19, Sebagian Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Pasien, Pasokan Oksigen di Wisma Atlet Diklaim Aman Hingga 4 Bulan ke Depan

Antisipasi Lonjakan Pasien, Pasokan Oksigen di Wisma Atlet Diklaim Aman Hingga 4 Bulan ke Depan

Megapolitan
Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Megapolitan
Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Megapolitan
Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.