Survei Litbang Kompas: Meski Popularitas Paling Tinggi, Tingkat Kesukaan terhadap Ahok-Djarot Paling Rendah

Kompas.com - 21/12/2016, 09:19 WIB
Pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bersama Ummi Nurul, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bersama Ummi Nurul, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016).
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat kesukaan warga DKI Jakarta terhadap pasangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat memiliki persentase paling rendah dibandingkan dengan dua pasangan penantangnya pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Hal itu dilihat dari hasil survei Litbang Kompas yang diselenggarakan pada 7-15 Desember 2016.

Dalam survei tersebut, setiap responden diminta untuk memberikan penilaian kesukaan mereka terhadap semua calon gubernur dan calon wakil gubernur. Dari enam nama calon gubernur dan wakil gubernur, tingkat kesukaan responden paling rendah pada Ahok dan Djarot, yakni di bawah 80 persen.

Ahok sendiri disukai oleh 70,6 persen responden, sementara tingkat kesukaan terhadap Djarot yakni 73,3 persen.

Cagub Anies Baswedan menempati urutan pertama dengan tingkat kesukaan 87 persen. Sementara wakilnya, Sandiaga Uno, disukai oleh 83,3 persen responden.

Sementara tingkat kesukaan responden terhadap cagub Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 86,4 persen, hanya beda 0,6 persen dengan Anies. Calon wakil Agus, yaitu Sylviana Murni, disukai oleh 82 persen responden.

Survei juga merekam 51,5 persen responden mengaku tidak akan memilih Ahok-Djarot. Faktor gaya komunikasi dan kasus hukum yang menjerat Ahok menjadi alasan dominan.

(Baca: Survei Litbang Kompas: Pemilih Agus-Sylvi atau Anies-Sandi Akan Hindari Ahok-Djarot di Putaran Kedua )

KOMPAS.com Hasil survei Litbang Kompas
Meski begitu, dari tiga calon gubernur, tingkat popularitas Ahok paling tinggi, yakni 88,5 persen. Posisinya disusul Agus dengan tingkat popularitas 84,4 persen dan Anies 79,5 persen.

Demikian juga dengan popularitas Djarot yang menempati urutan nomor satu dibandingkan calon wakil gubernur lainnya. Djarot memiliki tingkat popularitas 76,5 persen, disusul Sandi yang popularitasnya 73,8 persen responden, dan Sylvi dengan tingkat popularitas 69,3 persen.

Adapun elektabilitas Agus-Sylvi berada di urutan pertama dengan dukungan 37,1 persen. Posisi ini dibayangi ketat oleh pasangan Ahok-Djarot yang didukung 33 persen responden. Selanjutnya potensi keterpilihan pasangan Anies-Sandi berada di angka 19,5 persen. Sementara responden yang belum menentukan pilihan sebesar 10,4 persen.

(Baca: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Agus-Sylvi 37,1 Persen, Ahok-Djarot 33 Persen, Anies-Sandi 19,5 Persen)

Survei itu dilakukan secara tatap muka terhadap 800 responden secara acak yang tersebar di enam kota/kabupaten di Jakarta. Jumlah responden di setiap wilayah ditetapkan secara proporsional.

Survei dilakukan menggunakan metode pencuplikan sistematis dari daftar pemilih sementara (DPS) DKI Jakarta. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan margin error plus minus 3,46 persen. Meskipun demikian, kesalahan di luar pencuplikan dimungkinkan terjadi.

Laporan lengkap terkait hasil survei pre-election oleh Litbang Kompas itu secara lengkap bisa dibaca di harian Kompas terbitan Rabu (21/12/2016). Anda bisa mengikuti ulasan Litbang Kompas yang akan menurunkan empat tulisan mendalam secara berturut-turut di harian Kompas mulai Rabu hari ini.

Selain melalui koran cetak, Anda bisa mengakses harian Kompas versi e-paper melalui aplikasi di telepon seluler Anda atau melalui website epaper.kompas.com jika dari desktop. Bagi Anda yang belum berlangganan harian Kompas, klik di sini untuk berlangganan.

Anda bisa menemukan versi cetak lebih lengkap di Harian Kompas edisi 21 Desember 2016, di halaman 1 dengan judul "Pemilih Loyal Menjadi Kunci".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, RS Diminta Siapkan Tambahan Tempat Tidur Perawatan

Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, RS Diminta Siapkan Tambahan Tempat Tidur Perawatan

Megapolitan
Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Megapolitan
Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Empat Pelajar di Bekasi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Jaringan WiFi

Empat Pelajar di Bekasi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Jaringan WiFi

Megapolitan
Transjakarta Berikan Apresiasi ke Sopir Bus yang Berhasil Cegah Perempuan Bunuh Diri

Transjakarta Berikan Apresiasi ke Sopir Bus yang Berhasil Cegah Perempuan Bunuh Diri

Megapolitan
Penularan Covid-19 pada Anak Rendah Jadi Alasan Pemprov DKI Lanjutkan PTM 100 Persen

Penularan Covid-19 pada Anak Rendah Jadi Alasan Pemprov DKI Lanjutkan PTM 100 Persen

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Akan Selidiki Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Sopir Transjakarta Selamatkan Warga yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan Dua Jakarta Barat

Sopir Transjakarta Selamatkan Warga yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan Dua Jakarta Barat

Megapolitan
Anies Baswedan Berharap Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Berskala Global

Anies Baswedan Berharap Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Berskala Global

Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Tak Bergejala Berat, Wali Kota Tangerang: Vaksinasi Sangat Membantu

Banyak Pasien Covid-19 Tak Bergejala Berat, Wali Kota Tangerang: Vaksinasi Sangat Membantu

Megapolitan
Pesepeda Meninggal di Jalan Raya Pasar Minggu, Diduga Korban Tabrak Lari

Pesepeda Meninggal di Jalan Raya Pasar Minggu, Diduga Korban Tabrak Lari

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Megapolitan
Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Megapolitan
Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.