Banyak Terima Sumbangan Rp 10.000, Bagaimana Tim Ahok-Djarot Mencatatnya?

Kompas.com - 21/12/2016, 13:17 WIB
Charles Honoris (tengah), bendahara tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor dua, Basuki Alsadad RudiCharles Honoris (tengah), bendahara tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor dua, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat saat mengumumkan dana kampanye yang sudah terkumpul di Posko Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor dua, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat menyebut banyak menerima sumbangan sebesar Rp 10.000.

Sumbangan dengan nomimal tersebut disebut banyak berasal dari warga yang datang ke rumah relawan di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Anggota tim pemenangan Ahok-Djarot, Iwet Ramadhan menceritakan mengenai warga yang menyumbang sumbangan sebesar Rp 10.000 itu. Menurut Iwet, banyak warga yang datang ke Rumah Lembang tidak punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Sedangkan mereka punya keinginan yang besar untuk ikut menyumbangkan dana kampanye untuk Ahok-Djarot.

"Mereka sampai pengen nangis karena mereka mau ngasih patungan, tapi tidak punya NPWP. Bahkan mereka sampai tidak bisa menyebutkan NPWP itu. Mereka bilangnya 'saya tidak punya kartu itu'," kata Iwet di Posko Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016).

Menurut Iwet, semua sumbangan yang masuk dengan nominal berapa pun wajib disertai data penyumbang dan NPWP. Tujuannya untuk mempermudah pencatatan laporan yang akan disampikan ke KPU. Karena itu, kata Iwet, warga yang tidak punya NPWP menyumbangkan uangnya melalui warga lain yang punya NPWP.

"Karena memang dari awal konsepnya patungan kan. Jadi orang-orang itu uangnya digabungkan dengan NPWP orang lain yang ada di sana," ucap Iwet.

Sementara itu, anggota tim pemenangan lainnya, Michael Sianipar mengatakan pihaknya langsung meminta warga yang belum punya NPWP untuk segera mengurus ke kantor pajak terdekat.

"Kami katakan mengurus NPWP tidak susah. Tiga hari jadi. Jadi kami sekalian menyosialisasikan NPWP," ujar Michael. (Baca: Sumbangan Dana Kampanye Ahok-Djarot Banyak dari Perorangan)

Tim Ahok-Djarot mengklaim dana kampanye yang sudah mereka kumpulkan mencapai sekitar Rp 48 miliar. Dari Rp 48 miliar yang sudah terkumpul, Rp 24 miliar di antaranya berasal dari dana yang data penyumbanganya tercatat dengan jelas.

Sedangkan sisanya adalah dana yang penyumbangnya belum mengisi formulir. Untuk Rp 24 miliar yang berasal dari penyumbang yang datanya tercatat dengan jelas, Charles menyebut dana didapat dari sumbangan partai politik pengusung sebesar Rp 200 juta, sumbangan perseorangan Rp 18 miliar, dan badan hukum dan swasta Rp 4 miliar.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Tembok Rumah Roboh di Benhil yang Tewaskan 2 Pekerja Berakhir Damai

Kasus Tembok Rumah Roboh di Benhil yang Tewaskan 2 Pekerja Berakhir Damai

Megapolitan
Mulai Senin Besok, MRT Jakarta Ubah Jam Operasional Kereta

Mulai Senin Besok, MRT Jakarta Ubah Jam Operasional Kereta

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Maghrib Wilayah Depok Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Maghrib Wilayah Depok Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Tangerang Raya Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Tangerang Raya Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Mayat Laki-laki Ditemukan di Saluran Air di Pasar Rebo Jaktim

Mayat Laki-laki Ditemukan di Saluran Air di Pasar Rebo Jaktim

Megapolitan
Bayi Laki-Laki Terbungkus Kain Ditemukan di Pinggir Jalan Ciputat Timur

Bayi Laki-Laki Terbungkus Kain Ditemukan di Pinggir Jalan Ciputat Timur

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Magrib di Bekasi Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Magrib di Bekasi Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Bogor Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Bogor Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Pengendara Motor Sport yang Curi Kambing di Bekasi Beraksi saat Pemilik Shalat

Pengendara Motor Sport yang Curi Kambing di Bekasi Beraksi saat Pemilik Shalat

Megapolitan
Target Kerja Sama DKI dan Gapoktan Cilacap Capai 1.000 Hektar Sawah pada 2021

Target Kerja Sama DKI dan Gapoktan Cilacap Capai 1.000 Hektar Sawah pada 2021

Megapolitan
Viral Video Pengendara Motor Sport Curi Kambing Warga Di Bekasi Utara, Polisi Kejar Pelaku

Viral Video Pengendara Motor Sport Curi Kambing Warga Di Bekasi Utara, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
TMII Gelar Bazar Selama Ramadhan, Pengunjung Gratis Tiket Masuk

TMII Gelar Bazar Selama Ramadhan, Pengunjung Gratis Tiket Masuk

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak DPRD Bekasi Ditawari Bantuan agar Berdamai

Remaja yang Diperkosa Anak DPRD Bekasi Ditawari Bantuan agar Berdamai

Megapolitan
Polisi Amankan 40 Pemuda yang Hendak Balap Liar di Kembangan Jakbar

Polisi Amankan 40 Pemuda yang Hendak Balap Liar di Kembangan Jakbar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X