Kompas.com - 21/12/2016, 15:10 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sanusi, terdakwa kasus dugaan suap raperda reklamasi dan pencucian uang, akan membuktikan asal-usul hartanya. Hal itu akan disampaikannya pada sidang pleidoi yang berlangsung pada Rabu ini.

Krisna Murthi, pengacara Sanusi, mengatakan, salah satu aset yang akan dijelaskan adalah tanah dan bangunan di Jalan Musholla, Kramatjati, yang dijadikan kantor "Mohamad Sanusi Center".

"Bahwa kemarin jaksa penuntut sudah membuktikan apa yang ada dalam dakwaan. Nah, kami di sini akan membuktikan beberapa hal seperti aset-aset yang dimiliki atau dibeli Bang Sanusi karena dalam dakwaan jaksa itu ada beberapa hal yang menurut kami tidak sinkron," ujar Krisna saat ditemui Kompas.com di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016).

Menurut Krisna, bangunan di Jalan Musholla, Kramatjati, berasal dari seorang teman yang ditolong oleh Sanusi. Orang itu meminta tolong agar Sanusi menebus rumah tersebut ke pihak bank.

Karena tidak memiliki uang untuk menebus, Sanusi meminta tolong salah seorang temannya yang memiliki hubungan baik dengan pegawai bank tersebut. Dia meminta rekannya itu untuk membujuk pihak bank agar mengurangi bunganya.

Akhirnya, rumah tersebut dibeli oleh Danu Wira, Direktur Utama PT Wirabayu Pratama. Danu juga memiliki utang kepada Sanusi.

Danu meminta notaris untuk membuat jaminan rumah itu kepada Sanusi. Sanusi memiliki hak untuk membalik nama jika sewaktu-waktu Danu tidak bisa membayar utangnya.

"Namun, jaksa bilang ini bangunan dibeli Sanusi sendiri. Makanya ini akan kami buktikan," ujar Krisna.

Sidang pleidoi Sanusi rencananya digelar pada pukul 14.00 WIB. Namun, hingga pukul 14.33 WIB, sidang tersebut belum dimulai. Sanusi juga masih belum tampak di ruang persidangan.

Sebelumnya, Sanusi dituntut hukuman 10 tahun penjara. Tuntutan tersebut dibacakan jaksa penuntut umum dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Selasa (13/12/2016).

Kompas TV Sidang Suap Reklamasi Hadirkan Istri Sanusi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Shopee PHK Massal, Eks Pegawai 'Move On' Cari Pekerjaan Baru

Shopee PHK Massal, Eks Pegawai "Move On" Cari Pekerjaan Baru

Megapolitan
Jalan Rasuna Said Macet Imbas Kebakaran Gedung Kemenkumham

Jalan Rasuna Said Macet Imbas Kebakaran Gedung Kemenkumham

Megapolitan
Pedagang di Pasar Serdang Kemayoran Mengeluh Sepi Pembeli Sejak Harga Cabai Tembus Rp 50.000

Pedagang di Pasar Serdang Kemayoran Mengeluh Sepi Pembeli Sejak Harga Cabai Tembus Rp 50.000

Megapolitan
Polisi Pastikan Rudolf Tobing Pembunuh Icha Tak Alami Gangguan Kejiwaan

Polisi Pastikan Rudolf Tobing Pembunuh Icha Tak Alami Gangguan Kejiwaan

Megapolitan
Kebakaran Melanda Gedung Kemenkumham, Api Muncul dari Lantai 5

Kebakaran Melanda Gedung Kemenkumham, Api Muncul dari Lantai 5

Megapolitan
Polisi: 90 Adegan Rudolf Tobing Membunuh Icha Sesuai Keterangan

Polisi: 90 Adegan Rudolf Tobing Membunuh Icha Sesuai Keterangan

Megapolitan
Wali Kota Klaim Pengelolaan Limbah di Depok Terbaik Setelah Bali, tetapi Tak Punya Mesin Penyaring Modern

Wali Kota Klaim Pengelolaan Limbah di Depok Terbaik Setelah Bali, tetapi Tak Punya Mesin Penyaring Modern

Megapolitan
Cerita Eks Pegawai Shopee Kena PHK Massal: Kami Nangis, Bingung, dan Bertanya-tanya

Cerita Eks Pegawai Shopee Kena PHK Massal: Kami Nangis, Bingung, dan Bertanya-tanya

Megapolitan
Harga Beras di Pasar Ciputat Naik tapi Kualitasnya Malah Turun, Pedagang: Orang Enggak Jadi Beli

Harga Beras di Pasar Ciputat Naik tapi Kualitasnya Malah Turun, Pedagang: Orang Enggak Jadi Beli

Megapolitan
Penyesalan Tiada Arti Rudolf Tobing Usai Bunuh Icha di Apartemen, Duduk Merenung di Samping Jenazah

Penyesalan Tiada Arti Rudolf Tobing Usai Bunuh Icha di Apartemen, Duduk Merenung di Samping Jenazah

Megapolitan
Meski Kena PHK, Eks Karyawan Shopee Tak Begitu Kecewa karena Pesangon Sepadan

Meski Kena PHK, Eks Karyawan Shopee Tak Begitu Kecewa karena Pesangon Sepadan

Megapolitan
Hilangnya Senyum Rudolf Tobing Saat Peragakan Ulang Adegan Pembunuhan Icha…

Hilangnya Senyum Rudolf Tobing Saat Peragakan Ulang Adegan Pembunuhan Icha…

Megapolitan
Heru Budi Bakal Sowan ke Fraksi DPRD DKI, Pengamat: Hati-hati Muncul Benih Korupsi

Heru Budi Bakal Sowan ke Fraksi DPRD DKI, Pengamat: Hati-hati Muncul Benih Korupsi

Megapolitan
Amarah dan Sesal Ayah Kandung Balita yang Tewas Dianiaya Kekasih Mantan Istri...

Amarah dan Sesal Ayah Kandung Balita yang Tewas Dianiaya Kekasih Mantan Istri...

Megapolitan
Target Pajak DKI Baru 80,93 Persen: Pajak Parkir Peroleh Capaian Terendah

Target Pajak DKI Baru 80,93 Persen: Pajak Parkir Peroleh Capaian Terendah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.