Kompas.com - 22/12/2016, 08:14 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor dua, Djarot Saiful Hidayat saat berada di  di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016). Alsadad RudiCalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor dua, Djarot Saiful Hidayat saat berada di di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat mengimbau para penyumbang dana kampanye untuk segera mengirimkan formulir pernyataan kesediaan untuk menyumbang ke Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Anggota tim pemenangan Ahok-Djarot, Michael Sianipar, menyatakan pihaknya memang mewajibkan setiap penyumbang mengisi formulir pernyataan kesediaan untuk menyumbang. Menurut Michael, sampai saat ini masih banyak penyumbang yang belum mengirimkan formulirnya itu.

Jumlah dana dari para penyumbang yang belum memberikan formulir itu mencapai sekitar Rp 24 miliar.

"Katakanlah ada orang yang nyumbang lewat web kita, dia sudah isi namanya sesuai KTP, ada NPWP, kemudian dia dapat nomor virtual account dan transfer uangnya masuk. Tapi dia belum mengisi formulir dan mengirimkan ke Rumah Lembang," kata Michael di Posko Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016).

Karena belum dilengkapi formulir, Michael menyatakan dana yang diterima untuk sementara tidak akan digunakan. Dananya pun dipisahkan dari dana para penyumbang yang sudah melengkapi semua berkas.

"Jadi data penyumbangnya ada tapi formulirnya belum ada. Jadi kami nyatakan belum lengkap dulu," kata Michael.

Tim pemenangan pasangan Ahok dan Djarot mengklaim dana kampanye yang sudah mereka kumpulkan mencapai sekitar Rp 48 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 24 miliar di antaranya berasal dari penyumbang yang berkasnya lengkap.

Formulir pernyataan kesediaan dapat diunduh di website ahokdjarot.id. Jika sudah diisi, formulir diminta untuk segera dikirim ke alamat Jalan Lembang Nomor 25, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310 beserta fotocopy NPWP dan KTP.

Jika formulir tak kunjung diterima sampai habisnya masa kampanye, Michael menyatakan dana yang diterima harus diberikan ke negara.

"Jadi kalau memang ingin dananya bisa digunakan, silahkan dikirimkan formulirnya. Karena jika sampai batas kampanye masih belum lengkap, uangnya akan diberikan kepada negara," kata Michael.

Kompas TV Ahok Berdialog dengan Pendeta di Rumah Lembang
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Megapolitan
Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.