Kompas.com - 23/12/2016, 20:23 WIB
Penulis Nursita Sari
|
EditorFidel Ali

Kemudian, pada pukul 12.00 WIB, ada PO Sinar Dempo dan PO Telaga Indah Armada yang berangkat dari Terminal Kalideres.

"PO Haryanto pukul 14.00. Pukul 16.00 ada Gapuraning Rahayu, Shantika, Karunia Bakti, banyak," ucap Jamil.

Tak hanya itu, mereka juga hafal sopir bus PO mana saja yang sering membunyikan klakson telolet dan mana yang tidak. Saat bus berklakson telolet melintas tetapi tidak membunyikan klaksonnya, anak-anak itu akan meneriakkan kekecewaan mereka.

"Huh pelit," seru mereka.

Selain anak yang mengangkat kardus atau kertas bertuliskan "om telolet om", ada anak-anak lainnya yang mengarahkan kedua jempol mereka ke bus-bus yang melintas. Dengan begitu, mereka berharap sang sopir berbaik hati membunyikan klakson.

"Ngangkat jempol. Biar disangka bagus busnya, nanti dia kasih (bunyi telolet)," tutur Jamil.

Anak-anak itu sudah memiliki banyak koleksi video yang merekam aktivitas memburu bus telolet. Terkadang, mereka juga mengunggahnya ke YouTube.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya Jamil dan kawan-kawannya, di Terminal Kalideres masih banyak kelompok anak lainnya yang juga memburu bus telolet. Mereka berkeliling di terminal, sesekali menunduk melihat kolong bus untuk memastikan bus itu memiliki terompet telolet atau tidak.

Seorang sopir bus di sana, Rosid, memberi kesempatan kepada Kompas.com untuk melihat tombol klakson telolet itu. Ada enam tombol berwarna merah di sebelah kanan setir bus. Namun, Rosid enggan membunyikan klakson tersebut di dalam terminal.

"Panas ini, soalnya berisik," kata dia.

Selain itu, Rosid juga menunjukkan corong atau terompet telolet yang dimaksud anak-anak itu. Di kolong bus yang dikemudikannya itu, ada dua terompet berwarna hitam. Kini, memburu bus telolet tampaknya menjadi kegemaran tersendiri, khususnya bagi anak-anak.

Di pinggir-pinggir jalan, khususnya yang dekat dengan terminal, kita akan dengan mudah menemukan sekumpulan anak-anak yang membawa kertas atau kardus bertuliskan "om telolet om" serta ponsel untuk merekam momen tersebut.

Kompas TV Fenomena “Om Telolet Om” Mendunia
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Idap Demensia, Bilang Hendak Kerja padahal Sudah Pensiun

Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Idap Demensia, Bilang Hendak Kerja padahal Sudah Pensiun

Megapolitan
Marak Kasus Pelecehan Seksual, Masih Layakkah Depok Sandang Status Kota Layak Anak?

Marak Kasus Pelecehan Seksual, Masih Layakkah Depok Sandang Status Kota Layak Anak?

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 41 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 29 November: Tambah 41 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Cerita Dua Korban Mafia Tanah, Empat Tahun Menanti Kasusnya Terungkap, Berharap Aset Kembali

Cerita Dua Korban Mafia Tanah, Empat Tahun Menanti Kasusnya Terungkap, Berharap Aset Kembali

Megapolitan
Ketika Anies Kembali Bergabung dalam Demo Buruh, Ikut Kritik UMP DKI dan Terpaksa Teken SK

Ketika Anies Kembali Bergabung dalam Demo Buruh, Ikut Kritik UMP DKI dan Terpaksa Teken SK

Megapolitan
Reuni 212 Batal di Jakarta, Wagub DKI: Keputusan yang Sangat Bijak

Reuni 212 Batal di Jakarta, Wagub DKI: Keputusan yang Sangat Bijak

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Ringan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.