Begini Perbedaan Genangan dan Banjir Menurut Plt Gubernur DKI Jakarta

Kompas.com - 23/12/2016, 22:58 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (pakai kemeja putih) saat berfoto bersama pekerja harian lepas (PHL) Dinas Tata Air DKI Jakarta atau yang biasa disebut Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPlt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (pakai kemeja putih) saat berfoto bersama pekerja harian lepas (PHL) Dinas Tata Air DKI Jakarta atau yang biasa disebut "Pasukan Biru", di Rumah Pompa Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat (23/12/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono meyakini ibu kota tak akan terendam banjir selama musim penghujan yang akan berlangsung hingga Februari 2017 mendatang.

Bahkan, lanjut dia, kini sudah tidak ada lagi rumah yang terendam banjir hingga satu hari penuh.

"Di DKI enggak ada banjir yang sampai menginap 24 jam. Pengertian banjir adalah genangan air sampai 24 jam, itu definisinya. Nah kalau ini genangannya sudah lewat 2-3 jam surut, ya namanya genangan," kata Sumarsono, di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (23/12/2016).

Dia meminta warga untuk tidak perlu khawatir menghadapi musim penghujan. Sebab, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan berbagai program untuk menanggulangi terjadinya banjir.

Sehingga, kata dia, titik banjir di Jakarta juga berkurang tiap tahunnya. (Baca: Tinjau Pembangunan Tanggul Laut, Sumarsono Yakin Jakarta Tak Banjir Lagi)

"Seluruh proses, mulai dari normalisasi sungai dan waduk kan sudah berfungsi. Trase sungai yang dulu menyempit menjadi lebar, ini sudah kami tanggulangi," kata Sumarsono.

Hari ini, Sumarsono meninjau pembangunan tanggul laut atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) tipe A di pantai utara Jakarta, serta rumah pompa Waduk Pluit.

Melalui pembangunan tanggul raksasa, Sumarsono meyakini dapat menanggulangi terjadinya banjir rob. Kemudian, dia juga memastikan seluruh pompa yang ada di rumah pompa Waduk Pluit berjalan optimal.

"Di bantaran kali sejumlah wilayah juga sudah dibebaskan. Sehingga tidak mengkhawatirkan," kata Sumarsono.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

Megapolitan
70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

Megapolitan
Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Megapolitan
Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Megapolitan
Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Megapolitan
Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Megapolitan
Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Megapolitan
DKI Siapkan Lahan Seluas 1,2 Hektar di Srengseng Sawah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

DKI Siapkan Lahan Seluas 1,2 Hektar di Srengseng Sawah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Besok, Disperindag Tangsel Akan Pantau Pasar

Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Besok, Disperindag Tangsel Akan Pantau Pasar

Megapolitan
Polisi Selidiki Adanya Korban Lain pada Kasus Pencurian Motor di Tegal Alur

Polisi Selidiki Adanya Korban Lain pada Kasus Pencurian Motor di Tegal Alur

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 Memang Terisi 100 Persen

Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 Memang Terisi 100 Persen

Megapolitan
Buru Pasangan Berbuat Mesum di Halte Kramat Raya, Polisi Periksa CCTV

Buru Pasangan Berbuat Mesum di Halte Kramat Raya, Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Depok Catat Jumlah Pasien Covid-19 Terbanyak Selama Pandemi

Depok Catat Jumlah Pasien Covid-19 Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Ombudsman: Ada Potensi Kenaikan Pelanggaran Prokes dengan Dihapusnya Denda Progresif

Ombudsman: Ada Potensi Kenaikan Pelanggaran Prokes dengan Dihapusnya Denda Progresif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X