Kompas.com - 27/12/2016, 09:05 WIB
Para anggota kepolisian berjaga saat berlangsungnya sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016). Gubernur non-aktif DKI Jakarta tersebut menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPara anggota kepolisian berjaga saat berlangsungnya sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016). Gubernur non-aktif DKI Jakarta tersebut menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Masayarakat memadati depan gerbang Gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (27/12/2016) pagi. Mereka hendak mengikuti jalannya persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pantauan Kompas.com, setelah Ahok tiba sekitar pukul 08.07 WIB, aparat kepolisian mempersilakan masyarakat dan awak media untuk masuk ke dalam gedung tersebut.

Namun, polisi hanya membuka pintu kecil gerbang tersebut. Akibatnya, masyarakat dan awak media berdesak-desakkan untuk bisa masuk.

Setelah sebagian masyarakat dan para pewarta masuk, polisi kembali menutup pintu kecil tersebut. Masyarakat yang tidak bisa masuk pun kecewa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Dwiyono meminta masyarakat tidak memaksa masuk. Sebab, kapasitas ruang sidang sudah penuh.

KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Massa berunjuk rasa menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipenjarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016). Gubernur non-aktif DKI Jakarta tersebut hari ini menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama.
"Perlu kami sampaikan, saat ini kapasitas ruang sidang hanya untuk 80 orang. Saya informasikan saat ini sudah penuh," ujar Dwiyono dengan menggunaian pengeras suara di lokasi.

Dwiyono meminta massa yang tidak bisa masuk untuk tertib dan menaati peraturan yang berlaku.

"Silakan ikuti jalannya persidangan di sepanjang Jalan Gajah Mada saja," ucap dia.

Agenda persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah pembacaan putusan sela oleh majelis hakim.

Jika hakim menerima eksepsi Ahok dan tim kuasa hukum, maka persidangan kasus ini dihentikan. Namun jika hakim menolak, maka persidangan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

Ahok didakwa dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. Jaksa menilai Ahok telah melakukaan penodaan terhadap agama serta menghina para ulama dan umat Islam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ribuan Pemudik Terobos Barikade Penyekatan di Kedungwaringin, Jumlah Pos Penyekatan Pun Akan Ditambah

Ribuan Pemudik Terobos Barikade Penyekatan di Kedungwaringin, Jumlah Pos Penyekatan Pun Akan Ditambah

Megapolitan
Anies Marah Instruksinya Tak Dijalankan, 239 PNS DKI Apel Siang Bolong

Anies Marah Instruksinya Tak Dijalankan, 239 PNS DKI Apel Siang Bolong

Megapolitan
Ribuan Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin, Polisi: Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Larangan Mudik

Ribuan Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin, Polisi: Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Larangan Mudik

Megapolitan
Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Dekat Stasiun Tanah Abang

Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Dekat Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Beragam Aksi Debt Collector yang Tak Jera Rampas Kendaraan Debitur, Ada Aturan Penarikan Objek Kredit Macet

Beragam Aksi Debt Collector yang Tak Jera Rampas Kendaraan Debitur, Ada Aturan Penarikan Objek Kredit Macet

Megapolitan
Libur Lebaran, Ancol Buka dengan Kapasitas 30 Persen

Libur Lebaran, Ancol Buka dengan Kapasitas 30 Persen

Megapolitan
Rizieq Shihab Masih Ingin Hadirkan Saksi Meringankan, Sidang Tuntutan Diundur

Rizieq Shihab Masih Ingin Hadirkan Saksi Meringankan, Sidang Tuntutan Diundur

Megapolitan
986 Kendaraan Harus Balik Arah dari Pos Penyekatan Cikarang Barat, Minggu Kemarin

986 Kendaraan Harus Balik Arah dari Pos Penyekatan Cikarang Barat, Minggu Kemarin

Megapolitan
Tak Ada Izin, Bazar di Cimanggis Depok Dibubarkan Polisi

Tak Ada Izin, Bazar di Cimanggis Depok Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Marahi Anak Buahnya, Anies: Malu Sesungguhnya Kita! Ada Instruksi Tidak Dilaksanakan

Marahi Anak Buahnya, Anies: Malu Sesungguhnya Kita! Ada Instruksi Tidak Dilaksanakan

Megapolitan
Pertanyakan Satu Pasal dalam Dakwaan Rizieq Shihab, Ahli: Tidak Membicarakan Soal Kerumunan

Pertanyakan Satu Pasal dalam Dakwaan Rizieq Shihab, Ahli: Tidak Membicarakan Soal Kerumunan

Megapolitan
Pangdam Jaya Ceritakan Kronologi Debt Collector Coba Rampas Mobil yang Dibawa Babinsa

Pangdam Jaya Ceritakan Kronologi Debt Collector Coba Rampas Mobil yang Dibawa Babinsa

Megapolitan
Kisah Cinta Pangeran Kesultanan Banten di Balik Berdirinya Masjid Raya Al-Ikhlas Cilenggang

Kisah Cinta Pangeran Kesultanan Banten di Balik Berdirinya Masjid Raya Al-Ikhlas Cilenggang

Megapolitan
Debt Collector Rampas Kendaraan, Pangdam Jaya: Premanisme Kita Akan Tumpas!

Debt Collector Rampas Kendaraan, Pangdam Jaya: Premanisme Kita Akan Tumpas!

Megapolitan
TMII Batasi Pengunjung Maksimal 18.000 Orang Saat Libur Lebaran

TMII Batasi Pengunjung Maksimal 18.000 Orang Saat Libur Lebaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X