Kompas.com - 27/12/2016, 09:53 WIB
Kondisi Terminal Pulogebang masih sepi dari arus balik. Diperkirakan puncak arus balik mudik Lebaran melalui terminal ini terjadi pada akhir pekan ini. Jumat (8/7/2016). Kompas.com/Robertus BelarminusKondisi Terminal Pulogebang masih sepi dari arus balik. Diperkirakan puncak arus balik mudik Lebaran melalui terminal ini terjadi pada akhir pekan ini. Jumat (8/7/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com —
Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Sigit Wijatmiko mengatakan, semua bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) yang melintas dari dan menuju Jakarta Timur diwajibkan beroperasi dari Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Sigit menjelaskan, aturan itu akan berlaku per 28 Januari 2017 atau satu bulan setelah soft launching Terminal Pulogebang yang rencananya dilakukan pada Rabu (28/12/2016).

Sigit menambahkan, aturan itu telah disepakati saat rapat dengan Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan DKI, Ditlantas Polda Metro Jaya, dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta.

"Mendengar arahan langsung oleh Pak Menteri Perhubungan (Budi Karya) bahwa per tanggal 28 Januari, semua bus AKAP, in out-nya di Terminal Pulogebang," ujar Sigit saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/12/2016).

(Baca: Fasilitas di Terminal Pulogebang Terus Diperbaiki)

Untuk memaksimalkan pelayanan di terminal tersebut, Kementerian Perhubungan akan menyiapkan feeder yang akan ditempatkan di sejumlah kawasan yang menjadi titik pelayanan penumpang.

Daerah itu di antaranya Bekasi, Kalimalang, serta di Terminal Pulogadung. Pihaknya juga tengah berupaya untuk memberantas terminal bayangan yang biasanya ditemukan saat menuju Terminal Pulogebang.

Adanya terminal bayangan juga dikeluhkan para awak bus dan membuat mereka enggan dipindahkan ke Terminal Pulogebang.

Sigit mengatakan, bagi AKAP yang tidak mematuhi aturan itu, Dinas Perhubungan DKI tidak hanya akan menghentikan izin trayek bus, tetapi juga mengancam mencabut izin pengoperasian bus.

Untuk sementara, Dinas Perhubungan DKI masih mewajibkan bus AKAP dari Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk beroperasi di Terminal Pulogebang.

"Kalau mereka setelah tanggal 28 Januari masih mengoperasikan (di luar Terminal Pulogebang), maka akan dicabut izin PO-nya. Bukan hanya izin trayek, melainkan PO-nya," ujar Sigit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Terdakwa Kasus Pencabulan Anak di Gereja Herkulanus Sempat Memaki Ibu Korban

Pengacara Terdakwa Kasus Pencabulan Anak di Gereja Herkulanus Sempat Memaki Ibu Korban

Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan Siang hingga Sore

BMKG: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan Siang hingga Sore

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kakek Tewas Dikeroyok karena Dituduh Maling | Konvoi Mobil Mewah Tak Ditilang Meski Langgar Aturan

[POPULER JABODETABEK] Kakek Tewas Dikeroyok karena Dituduh Maling | Konvoi Mobil Mewah Tak Ditilang Meski Langgar Aturan

Megapolitan
Kata Saksi soal Baiat ISIS yang Dihadiri Munarman di Makassar: Seret Nama Rizieq hingga Cara Kelabui Polisi

Kata Saksi soal Baiat ISIS yang Dihadiri Munarman di Makassar: Seret Nama Rizieq hingga Cara Kelabui Polisi

Megapolitan
Kasus Pengeroyokan Kakek 89 Tahun, Polisi Sebut Sudah Berusaha Melerai

Kasus Pengeroyokan Kakek 89 Tahun, Polisi Sebut Sudah Berusaha Melerai

Megapolitan
Penduduk Miskin di Tangerang Selatan Bertambah 3.580 Jiwa akibat Pandemi Covid-19

Penduduk Miskin di Tangerang Selatan Bertambah 3.580 Jiwa akibat Pandemi Covid-19

Megapolitan
Syahril Parlindungan Marbun Kembali Jalani Sidang Kasus Pencabulan Anak, Ini Duduk Perkaranya

Syahril Parlindungan Marbun Kembali Jalani Sidang Kasus Pencabulan Anak, Ini Duduk Perkaranya

Megapolitan
Dinkes Tangsel Fokuskan Penanganan terhadap Pasien Omicron dengan Komorbid dan Lansia

Dinkes Tangsel Fokuskan Penanganan terhadap Pasien Omicron dengan Komorbid dan Lansia

Megapolitan
Ini Provokator yang Teriak Maling, Berujung pada Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas di Cakung

Ini Provokator yang Teriak Maling, Berujung pada Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas di Cakung

Megapolitan
Dua dari Lima Pasien Omicron Warga Kota Tangerang Selesai Jalani Isolasi di RS

Dua dari Lima Pasien Omicron Warga Kota Tangerang Selesai Jalani Isolasi di RS

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Cilandak, Pemkot Gencarkan Vaksinasi Covid-19

Kasus Omicron Terdeteksi di Cilandak, Pemkot Gencarkan Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
PPKM di Kota Tangerang Diprediksi Akan Berubah Jadi Level 3

PPKM di Kota Tangerang Diprediksi Akan Berubah Jadi Level 3

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Penjambret Tas Milik Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat

Polisi Masih Selidiki Penjambret Tas Milik Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat

Megapolitan
Dinkes Catat 16 Kasus Transmisi Lokal Varian Omicron di Tangerang Selatan

Dinkes Catat 16 Kasus Transmisi Lokal Varian Omicron di Tangerang Selatan

Megapolitan
Nasdem Gelar Vaksinasi Covid-19 di Cilandak, Sediakan 300 Dosis Per Hari

Nasdem Gelar Vaksinasi Covid-19 di Cilandak, Sediakan 300 Dosis Per Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.