Kompas.com - 27/12/2016, 12:15 WIB
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERASekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan, siang ini, pihaknya akan menggelar rapat bersama DPRD DKI Jakarta terkait evaluasi APBD DKI 2017 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Saefullah menjelaskan, saat rapat evaluasi, pihaknya tidak akan lagi meminta persetujuan DPRD, tetapi hanya akan melakukan evaluasi terhadap APBD yang telah disetujui Kemendagri.

"Nanti sore kami upayakan mau disampaikan ke DPRD. Jadi bukan lagi minta persetujuan, konteksnya ini pemberitahuan, ada evaluasi," ujar Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Meski enggan menyebut anggaran apa saja yang dievaluasi, Saefullah mengatakan, tidak ada anggaran yang berubah secara drastis.

Adapun Saefullah meyakinkan bahwa penyusunan dan pengesahan APBD DKI dilakukan secara transparan dan dengan tahapan yang benar.

"Saya pikir ya APBD kami tahapannya jauh lebih baik, karena kami belajar di 2016. 2017 ini setiap langkah ter-record dengan baik, tidak ada tahapan yang dilewati, mulai PPAS (prioritas plafon anggaran sementara) ditandatangani oleh Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), lalu RAPBD-nya oleh Pak Sumarsono (Plt Gubernur), dan sekarang tinggal APBD oleh Pak Sumarsono," ujar Saefullah.

(Baca: Melihat Alokasi Anggaran untuk Anggota DPRD DKI pada APBD 2017)

APBD DKI 2017 telah disahkan oleh Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono dan pimpinan DPRD DKI pada Senin (19/12/2016). APBD yang disahkan sebesar Rp 70,19 triliun.

Sebelum direalisasikan, APBD tersebut dievaluasi Kemendagri. Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono berharap anggaran sudah bisa digunakan mulai 1 Januari 2017.

Kompas TV Ahok Tak Setuju Plt Gubernur Ikut Tetapkan APBD
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

Megapolitan
Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

Megapolitan
Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

Megapolitan
72 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

72 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

Megapolitan
130 Hari Menuju Formula E, Jakpro Sebut Belum Ada Sponsor yang Resmi Bergabung

130 Hari Menuju Formula E, Jakpro Sebut Belum Ada Sponsor yang Resmi Bergabung

Megapolitan
Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tertulis 'Gagal', Jakpro: Yaudah

Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tertulis "Gagal", Jakpro: Yaudah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Tangerang Rencanakan Seluruh Siswa SD Belajar Daring

Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Tangerang Rencanakan Seluruh Siswa SD Belajar Daring

Megapolitan
Sopir Sedang Cuti, Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Pergi Sendiri Tanpa Diketahui Tujuannya

Sopir Sedang Cuti, Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Pergi Sendiri Tanpa Diketahui Tujuannya

Megapolitan
Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Tersangka Teriaki Korban Maling karena Motornya Tersenggol

Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Tersangka Teriaki Korban Maling karena Motornya Tersenggol

Megapolitan
Dari 63 Kelurahan di Depok, Hanya Leuwinanggung yang Nihil Kasus Covid-19

Dari 63 Kelurahan di Depok, Hanya Leuwinanggung yang Nihil Kasus Covid-19

Megapolitan
Sekelompok Orang Berseragam Sekolah Serang Pelajar di Kembangan, lalu Dikejar dan Ditangkap Warga

Sekelompok Orang Berseragam Sekolah Serang Pelajar di Kembangan, lalu Dikejar dan Ditangkap Warga

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Melonjak hingga 201 dalam Sehari

Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Melonjak hingga 201 dalam Sehari

Megapolitan
Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas, Keluarga: Ada Pihak yang Memang Ingin Hal Ini Terjadi

Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas, Keluarga: Ada Pihak yang Memang Ingin Hal Ini Terjadi

Megapolitan
Dicecar soal Dana Pembangunan Lintasan Formula E, Jakpro Sebut Rogoh Duit Korporasi

Dicecar soal Dana Pembangunan Lintasan Formula E, Jakpro Sebut Rogoh Duit Korporasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.