Terima Dukungan dari Kader Nasdem, Sandiaga Sebut Berdemokrasi Harus Menghargai Keberagaman

Kompas.com - 28/12/2016, 20:22 WIB
Perwakilan Partai Nasdem di 10 kecamatan wilayah Jakarta Timur menyatakan mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Pernyataan dukungan dilakukan di salah satu posko pemenangan Anies-Sandi di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Selasa (27/12/2016). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAPerwakilan Partai Nasdem di 10 kecamatan wilayah Jakarta Timur menyatakan mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Pernyataan dukungan dilakukan di salah satu posko pemenangan Anies-Sandi di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Selasa (27/12/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, menilai sikap sejumlah kader Partai Nasdem yang mendukung dia dan Anies Baswedan sebagai sebuah contoh nyata dalam berdemokrasi.

Sehingga, Partai Nasdem seharusnya bisa menyikapi hal itu dengan bijak, tanpa harus merasa tersinggung.

"Kami tidak memecah belah (partai) kok. Bukannya demokrasi itu harus menghargai keberagaman? Jadi, saya lihat bahwa di sinilah kematangan kita dalam berdemokrasi diuji," kata Sandi kepada Kompas.com, Rabu (28/12/2016).

Dia turut mengungkapkan, selama ini, sudah ada kader partai politik lain yang mendukung dia bersama Anies dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Partai politik yang dimaksud di antaranya PDI Perjuangan dan Golkar, di mana keduanya merupakan bagian dari koalisi parpol pengusung dan pendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Sikap menghargai keberagaman ikut berlaku jika hal yang sama terjadi pada kader Partai Gerindra dan PKS, parpol pengusung Anies-Sandi, punya pilihan politik lain.

"Demokrasi ini kan harus sejuk. Kalau ada kader yang memilih tidak sesuai dengan arah partai, tentunya harus disikapi secara dewasa dan matang," tutur Sandi. (Baca: Dukung Anies-Sandi, Kader Partai Nasdem Ini Lepas Baju Kotak-kotak)

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem DKI Jakarta Bestari Barus keberatan atas kehadiran Sandi dalam acara deklarasi sepuluh ketua DPC Partai Nasdem di Jakarta Timur, kemarin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Bestari, tindakan Sandi tergolong penistaan politik karena sejak awal Partai Nasdem menyatakan mendukung Basuki-Djarot. Bestari juga hendak melaporkan Sandiaga ke Bawaslu DKI Jakarta terkait pemakaian nama Partai Nasdem dan hadir pada acara tersebut tanpa seizin Partai Nasdem.

Namun, ketika dikonfirmasi pada Rabu petang, Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti mengaku belum menerima laporan Bestari. (Baca: Nasdem Akan Beri Sanksi Kader yang Deklarasi Mendukung Anies-Sandi)

Kompas TV Sandiaga Temui Pedagang Pasar Tradisional
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Megapolitan
Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Megapolitan
Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Megapolitan
 Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Megapolitan
Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Megapolitan
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

Megapolitan
Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.