Kompas.com - 29/12/2016, 13:47 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meninjau sebuah kali yang kotor dan berbau di Kelurahan Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016). Nursita SariCalon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meninjau sebuah kali yang kotor dan berbau di Kelurahan Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengatakan belum mendapatkan surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penonaktifan Gubernur DKI yang sedang cuti, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Ahok saat ini terbelit kasus penodaan agama dan sedang menjalani proses persidangan terkait kasus itu.

"Kami belum menerima surat apa pun. Dan itu keputusan, kewenangan pemerintah pusat. (Tapi) Pemprov tidak ada urusannya dengan penonaktifan Pak Ahok sebagai gubernur karena itu murni kewenangan pemerintah pusat," kata Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016).

Sumarsono yang juga Dirjen Otonomi Daerah mengaku sempat mendengar Kemendagri tengah mendiskusikan surat tersebut. Diskusi itu terkait mekanisme keputusan status penonaktifan Ahok sebagai Gubernur DKI.

"Secara fisik saya belum lihat, tapi setahu saya ada surat yang sekarang lagi didiskusikan di Kemendagri terkait persoalan status Pak Ahok. Sekarang kan non-aktif, masa gubernur non-aktif dinonaktifkan lagi?" kata Sumarsono.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara telah membalas surat Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait permintaan kejelasan status terdakwa Ahok dalam kasus dugaan penodaan agama. Kemendagri memerlukan surat resmi dari pengadilan yang menyatakan Ahok merupakan terdakwa kasus dugaan penodaan agama untuk menentukan apakah perlu diberhentikan sementara atau tidak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Petugas Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Tiga Petugas Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Megapolitan
Anies Klaim Dunia Tercengang Melihat Penanganan Covid-19 di Indonesia

Anies Klaim Dunia Tercengang Melihat Penanganan Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
Hari Ini, SKD CPNS Formasi 2021 di Kota Tangerang Mulai Dilaksanakan

Hari Ini, SKD CPNS Formasi 2021 di Kota Tangerang Mulai Dilaksanakan

Megapolitan
1.554 Warga Bekasi Terserang DBD Sejak Januari hingga Agustus 2021

1.554 Warga Bekasi Terserang DBD Sejak Januari hingga Agustus 2021

Megapolitan
Wagub DKI Akui Besaran Commitment Fee Formula E di Jakarta Berbeda dengan Kota Lain

Wagub DKI Akui Besaran Commitment Fee Formula E di Jakarta Berbeda dengan Kota Lain

Megapolitan
Dibayar Rp 60 Juta, 2 Kurir Sabu Gunakan Upahnya untuk Beli Narkoba

Dibayar Rp 60 Juta, 2 Kurir Sabu Gunakan Upahnya untuk Beli Narkoba

Megapolitan
Jambret Pesepeda di Taman Sari Jakarta Barat Ditangkap di Palembang

Jambret Pesepeda di Taman Sari Jakarta Barat Ditangkap di Palembang

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Digelar Mulai Hari Ini, Berikut 4 Sasaran Penindakan

Operasi Patuh Jaya Digelar Mulai Hari Ini, Berikut 4 Sasaran Penindakan

Megapolitan
Kedubes Terima Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Asal Portugal

Kedubes Terima Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Asal Portugal

Megapolitan
Polisi: 2 Kurir yang Bawa 2 Kilogram Sabu-sabu Dibayar Rp 60 Juta

Polisi: 2 Kurir yang Bawa 2 Kilogram Sabu-sabu Dibayar Rp 60 Juta

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Akui Pemulihan Krisis Ekonomi Bikin Mobilitas Warga Meningkat

Wali Kota Tangerang Akui Pemulihan Krisis Ekonomi Bikin Mobilitas Warga Meningkat

Megapolitan
Dua Hari Gelar Gebyar Vaksin Tahap Empat, Kecamatan Bojongsari Depok Vaksinasi 774 Orang

Dua Hari Gelar Gebyar Vaksin Tahap Empat, Kecamatan Bojongsari Depok Vaksinasi 774 Orang

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Kurir Narkoba, Barang Bukti 2 Kilogram Sabu

Polisi Tangkap 2 Kurir Narkoba, Barang Bukti 2 Kilogram Sabu

Megapolitan
4 Begal Ojol di Bintaro Ditangkap, Pelaku Lain Masih Buron

4 Begal Ojol di Bintaro Ditangkap, Pelaku Lain Masih Buron

Megapolitan
LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.