Kompas.com - 01/01/2017, 09:48 WIB
Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri acara zikir nasionall di Masjid At Tin, menyongsong pergantian tahun Rakhmat Nur Hakim/Kompas.comCalon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri acara zikir nasionall di Masjid At Tin, menyongsong pergantian tahun
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi calon gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, tahun 2016 bisa jadi tahun yang istimewa.

Ada dua peristiwa politik yang ia lalui. Pertama, ia harus menerima keputusan Presiden Jokowi yang memberhentikannya dari posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun, tak lama setelahnya, nama Anies mendadak beredar dalam bursa bakal calon gubernur DKI Jakarta.

(Baca juga: Sakit Hati Yusri kepada Ahok Berbuah Dukungan untuk Anies)

Anies akhirnya resmi diusung menjadi calon gubernur DKI Jakarta bersama Sandiaga Uno. Menanggapi dua hal tersebut, Anies mengaku tak ambil pusing.

Semua hal yang ia alami pada tahun 2016 menurutnya sudah kehendak Tuhan.

"Perjalanan tahun 2016 itu saya rasa sudah kehendak Allah, tak ada yang berencana saya tak melanjutkan amanah sebagai menteri, tak ada juga rencana menjadi calon gubernur," kata Anies saat ditemui di Masjid At Tin, Jakarta, Sabtu (31/12/2016).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Songsong Pergantian Tahun, Anies Ikut Zikir Nasional di Masji At Tin)

Menurut Anies, yang terpenting dari itu semua ialah tetap memperjuangkan yang terbaik untuk tahun 2017.

"Kita mau ke depannya Jakarta lebih baik lagi, lebih adil lagi. Tak hanya Jakarta tapi semua daerah. Kita mau yang menikmati kekayaan bangsa kita ini bukan hanya segelintir orang, tapi semua orang, itu baru namanya adil," lanjut Anies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Lebat, Jalan DI Panjaitan Tergenang, Arus Lalu Lintas Tersendat

Hujan Lebat, Jalan DI Panjaitan Tergenang, Arus Lalu Lintas Tersendat

Megapolitan
Polisi Tangkap Joki Penjambret Ponsel Milik Pesepeda yang Gowes di Sudirman

Polisi Tangkap Joki Penjambret Ponsel Milik Pesepeda yang Gowes di Sudirman

Megapolitan
Penumpang Moda Transportasi Wajib PCR, PO Bus di Terminal Poris Plawad Berkeberatan

Penumpang Moda Transportasi Wajib PCR, PO Bus di Terminal Poris Plawad Berkeberatan

Megapolitan
KRL Lindas Motor di Tanah Abang, Polisi: Yang Salah 'Pak Ogah'

KRL Lindas Motor di Tanah Abang, Polisi: Yang Salah "Pak Ogah"

Megapolitan
Didatangi Orang Mengaku dari PSI, Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Geram Ditanya Untung Rugi Lapor Polisi

Didatangi Orang Mengaku dari PSI, Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Geram Ditanya Untung Rugi Lapor Polisi

Megapolitan
Turap Dekat Makam di Tapos Depok Longsor, Nyaris Kena Rumah

Turap Dekat Makam di Tapos Depok Longsor, Nyaris Kena Rumah

Megapolitan
Pemkot Tangsel Klaim Pengiriman Sampah ke TPA Cilowong Kembali Berjalan Normal

Pemkot Tangsel Klaim Pengiriman Sampah ke TPA Cilowong Kembali Berjalan Normal

Megapolitan
Kadin DKI: Tuntutan Buruh agar UMP Jadi Rp 5,3 Juta Memberatkan Pengusaha

Kadin DKI: Tuntutan Buruh agar UMP Jadi Rp 5,3 Juta Memberatkan Pengusaha

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Minta Pemkot Serang Segera Selesaikan Masalah Penolakan Kiriman Sampah ke TPA Cilowong

Wali Kota Tangsel Minta Pemkot Serang Segera Selesaikan Masalah Penolakan Kiriman Sampah ke TPA Cilowong

Megapolitan
Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak dari PSI di Koja Lapor Polisi

Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak dari PSI di Koja Lapor Polisi

Megapolitan
Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Tingkat Penyidikan

Megapolitan
Dua Korban Kecelakaan Bus Transjakarta Jalani Operasi Patah Tulang

Dua Korban Kecelakaan Bus Transjakarta Jalani Operasi Patah Tulang

Megapolitan
Heboh Penemuan Janin di Cempaka Putih, Ternyata Janin Kucing

Heboh Penemuan Janin di Cempaka Putih, Ternyata Janin Kucing

Megapolitan
Cegah Kecelakaan, Polres Jakpus Minta Pelintasan Kereta Sebidang Ilegal Ditutup

Cegah Kecelakaan, Polres Jakpus Minta Pelintasan Kereta Sebidang Ilegal Ditutup

Megapolitan
Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Kini Bisa Keluar dalam 3 Jam, Tarif Rp 495.000

Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Kini Bisa Keluar dalam 3 Jam, Tarif Rp 495.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.