Massa Pro-Ahok Diminta Membubarkan Diri Lebih Dulu dari Lokasi Unjuk Rasa

Kompas.com - 03/01/2017, 17:46 WIB
Bus transjakarta kembali beroperasi hingga Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017) mulai pukul 16.00 WIB. Pengoperasian kembali bus dilakukan dengan pengawalan polisi. KOMPAS.com/Kahfi Dirga CahyaBus transjakarta kembali beroperasi hingga Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017) mulai pukul 16.00 WIB. Pengoperasian kembali bus dilakukan dengan pengawalan polisi.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Massa pengunjuk rasa pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diminta membubarkan diri terlebih dahulu dari lokasi unjuk rasa sidang Ahok di Jalan RM Harsono, Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).

Permintaan disampaikan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan.

"Untuk massa pendukung Bapak Basuki Tjahaja Purnama diharapkan membubarkan diri terlebih dahulu karena banyak massa GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) memarkirkan kendaraan bermotor di simpang Jalan Tol TB Simatupang," kata Iwan lewat pengeras suara di Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa.

Massa dibatasi untuk berunjuk rasa hingga pukul 18.00 WIB. Setelah jam itu, massa diminta membubarkan diri. Bila tidak, kepolisian akan membubarkan massa. Kendati demikian, Iwan menambahkan, sudah ada kesepakatan dengan massa masing-masing kubu karena polisi sudah berkoordinasi dengan keduanya.

"Direncanakan sebelum pukul 18.00 WIB mereka sudah membubarkan diri," kata Iwan. (Baca: Pengunjuk Rasa Sidang Ahok Shalat Dzuhur di Jalan)

Pantauan Kompas.com, massa pendukung Ahok sudah membubarkan diri secara perlahan. Massa serta mobil komando sudah bubar menuju Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Kompas TV Perjalanan Sidang Kasus Penodaan Agama
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Megapolitan
Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Megapolitan
Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Megapolitan
Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Megapolitan
Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Megapolitan
6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

Megapolitan
Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Megapolitan
Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.