Selidiki Dugaan Penodaan Agama oleh Rizieq Shihab, Ketua PP PMKRI Diperiksa

Kompas.com - 04/01/2017, 22:23 WIB
Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) selaku pelapor dugaan penodaan agama oleh Rizieq Shihab diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/1/2016). Nibras Nada NailufarPengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) selaku pelapor dugaan penodaan agama oleh Rizieq Shihab diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/1/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi telah memeriksa Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) dalam penyelidikan dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Ketua Umum PP-PMKRI Angelo Wake Kako mengatakan dalam pemeriksaan yang berlangsung selama enam jam, pihak PMKRI menjawab 19 pertanyaan seputar dasar melaporkan Rizieq dan mengapa PMKRI merasa terhina.

"Tadi sudah dijelaskan bahwa ceramah yng disampaikan Rizieq itu dalam situasi di mana ada gelak tawa, olokan, ejekan, hinaan terhadap umat kristiani," ujar Angelo di Mapolda Metro Jaya, Rabu malam (4/1/2017).

Angelo meyakini banyak umat kristiani yang juga merasa terhina atas ceramah Rizieq. Ia menyayangkan ucapan Rizieq memecah belah persatuan umat beragama yang sudah lama dipupuk oleh pendiri bangsa.

"Ini soal keimanan saya yang orang lain tidak bisa masuk ke dalam," ujarnya.

Selain memberi keterangan, PMKRI juga menyerahkan CD berisi rekaman ceramah Rizieq yang memuat konten yang dianggap mencela keyakinan umat kristiani. Besok, pihak PMKRI rencananya akan dipanggil kembali.

Angelo menyebut ada dua orang dari pihaknya yang dimintai keterangan. (Baca: Laporkan atas Dugaan Penodaan Agama, PMKRI Berharap Rizieq Tak Kebal Hukum)

"Setelah ini nanti pihak kepolisian akan memanggil ahli. Ada ahli pidana, ada ahli agama, ada ahli IT dan ada ahli agama juga ada dari agama Katolik, Protestan, Islam, ini akan semua disipkan untuk memeperkuat laporan pelapor," ujarnya.

Selain itu, Angelo juga mendengar dari pihak kepolisian bahwa akan ada rekonstruksi untuk memastikan tuduhan yang dimaksud. Angelo menduga ceramah Rizieq yang tersebar di dunia maya bukanlah satu-satunya kesempatan Rizieq memperolok keyakinan kristiani.

"Rekonstruksi ini juga akan dilakukan di beberapa tempat antara lain di tempat kejadian pada waktu pernyataan itu disampaikan oleh Rizieq Shihab, kemudian juga PMKRI sebagai tempat di mana mereka melihat dalam Youtube," ujarnya.

Kompas TV Ketiga Kalinya, Rizieq Shihab Dilaporkan ke Polisi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Megapolitan
Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Megapolitan
PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

Megapolitan
14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Megapolitan
Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.