Kompas.com - 05/01/2017, 21:26 WIB
Sekretaris Jenderal DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin alias Habib Novel selesai diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Pertanian, di Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017). Kompas.com/Robertus BelarminusSekretaris Jenderal DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin alias Habib Novel selesai diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Pertanian, di Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Novel Chaidir Hasan resmi melaporkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas pernyataan Ahok yang menyebut Novel malu pernah bekerja di "Fitsa Hats". Laporan Novel diterima polisi dengan Nomor LP/55/I/2017/PMJ/ Dit Reskrimsus.

"Jadi alasan apa Ahok, itu timbul kebencian yang luar biasa tanpa data, yang bukan haknya dikomentarin, akhirnya kena (dia) sekarang," kata Novel di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/1/2017).

Novel menyatakan bahwa ia tidak malu sama sekali soal bekerja di Pizza Hut seperti yang dikira Ahok. Novel mengatakan, Ahok seharusnya tidak perlu membawa riwayat hidupnya dan berfokus pada kesaksiannya soal penodaan agama.

"Itu yang mestinya dijawab, bukan urusan pribadi saya dibawa-bawa, akhirnya salah semua, dan itu fitnah saya malu katanya, saya enggak malu, kalau saya malu, saya tutup," ujar Novel.

Novel pun menjelaskan bagaimana berita acara pemeriksaan (BAP) itu bisa tertulis "Fitsa Hats" dan bukan Pizza Hut. Novel mengatakan, BAP tersebut diketik oleh penyidik.

BAP sebanyak enam halaman itu sudah diperiksanya dengan seksama, dikoreksi, tetapi satu ejaan itu luput dan baru diketahui saat dibacakan di persidangan.

"Padahal, itu yang ketik kan polisi, saya ditanya tinggal jawab. Yang memang kebenaran yang ketik ini AKBP Tarmadi sudah sangat senior ya, dia mendekati masa pensiun yang enggak paham tulisan Pizza Hut itu bagaimana, pokoknya di bunyinya begitu," ujar Novel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan, BAP itu didapatkannya dari jaksa pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB melalui e-mail. Novel hanya sempat mencetaknya, tetapi tidak membacanya lagi dan langsung tertidur. (Baca: Ahok Sindir Novel soal Kerja di "Pizza Hut", tetapi Ditulis "Fitsa Hats")

Akibat ucapan Ahok yang mempermasalahkan ejaan itu, yang kemudian viral, nama Novel merasa "dirusak".

"Di-bully banyak macam-macam. Meme salah satunya. Ini penghinaan terhadap ulama," katanya.

Kompas TV "Fitsa Hats" Ramai Diperbincangkan di Media Sosial
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Megapolitan
59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Megapolitan
Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Megapolitan
Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Megapolitan
Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Megapolitan
Toko PS Store di Condet Terbakar

Toko PS Store di Condet Terbakar

Megapolitan
Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Megapolitan
Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Megapolitan
Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.