Mobil Sport Tak Terlihat Saat Pra-rekonstruksi Perampokan di Pulomas

Kompas.com - 06/01/2017, 14:16 WIB
Suasana di garasi rumah milik Dodi Triono (59), salah satu korban tewas atas perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (6/1/2017). Akhdi Martin PratamaSuasana di garasi rumah milik Dodi Triono (59), salah satu korban tewas atas perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (6/1/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Dodi Triono (59), salah satu korban tewas dalam perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, diketahui punya sejumlah mobil sport mewah. Hal itu terlihat antara lain dari postingan foto-foto yang diunggah di akun instagram pribadinya.

Di dalam Instagram pribadinya, Dodi tampak berpose dan mengabadikan mobil sport, seperti Lamborghini dan Ferrari. Namun saat proses pra-rekonstruksi kasus perampokan itu digelar pada Jumat (6/1/2017), tidak tampak mobil-mobil mewah itu.

Di garasi rumah pengusaha properti tersebut hanya terlihat mobil Alphard warna putih, mobil BMW hitam, Honda Brio bhitam, dan Honda Jazz abu-abu.

Ada pula satu unit sepeda motor Honda Beat hitam yang terparkir di garasi rumah itu.  Di dekat garasi itu tampak ada kolam renang.

Kapolda Metro Jaya, Irjen (Pol) Mochamad Iriawan, sebelumnya mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan mobil-mobil sport tersebut diparkir di garasi rumah Dodi.

"Mobil (mewah) tidak ada, yang di media sosial itu tidak ada," kata Iriawan di Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (28/12/2016).

Iriawan menambahkan, berdasarkan keterangan saksi yang diperiksa, mobil tersebut sudah dijual. Namun, Iriawan tak menjelaskan siapa orang yang memberi kesaksian tersebut.

"Yang Lamborghini itu menurut keterangan sementara yang di dapat itu sudah dijual dan diganti mobil-mobil seperti Alphard dan lain sebagainya. Ada BMW hitam," kata Iriawan.

Dalam kasus itu polisi telah menangkap semua tersangka. Mereka adalah Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, Alfins Bernius Sinaga, dan Ius Pane.

Dalam peristiwa penyekapan itu korban yang tewas adalah Dodi dan kedua anaknya, Diona (16) dan Gemma (9), Amel yang merupakan teman dari anak Dodi, serta Yanto dan Tasro yang merupakan sopir keluarga. Mereka tewas karena kehabisan oksigen.

Sementara Zanette Kalila (13), Emi (41), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23) ditemukan masih hidup. Zanette merupakan putri Dodi dan tiga yang lainnya pekerja di rumah Dodi.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Megapolitan
Berlaku 14 Hari, Penerapan PSBB di Jakarta Sampai 23 April 2020

Berlaku 14 Hari, Penerapan PSBB di Jakarta Sampai 23 April 2020

Megapolitan
Langgar PSBB di Jakarta, Warga Bisa Kena Denda hingga Sanksi Pidana

Langgar PSBB di Jakarta, Warga Bisa Kena Denda hingga Sanksi Pidana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X