Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/01/2017, 16:06 WIB
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam seminggu terakhir harga cabai rawit di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, mengalami kenaikan hingga mencapai harga Rp 100.000 per kilogram. Kenaikan harga terjadi karena jumlah stok cabai yang datang terbatas.

"Pasokan yang datang sedikit, panen belum merata. Di Sumatera belum panen, jadi cuma ada yang dari Jawa sama Manado saja," kata Mamat (50), pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati kepada wartakotalive.com, Minggu (8/1/2017).

Pedagang yang menjual berbagai jenis cabai dan sudah berjualan sejak tahun 1975 itu memaparkan harga-harga cabai yang dijualnya hari ini. "Cabai rawit merah kecil Rp 110.000 ini dari Manado, cabai rawit merah besar Rp 100.000 dari Jawa Timur, cabai rawit hijau Rp 55.000 dari Secang, Jawa Tengah," kata Mamat.

Cabai hijau besar dari Bandung, Garut, Jawa Barat, dijual Rp 15.000 per kilogram dan cabai merah keriting dari Magelang, Jawa Tengah, dijual Rp 45.000.

Mengapa harga cabai dari Manado mencapai Rp 110.000 per kilogram? Ia mengatakan bahwa itu terjadi karena ongkos transportasinya menggunakan pesawat sehingga harganya menjadi mahal.

"Yang dari Manado kami ambil di Cengkareng (Bandara Internasional Soekarno-Hatta) karena diangkutnya pakai pesawat dan jumlah yang diangkut sedikit, jadi enggak sebanding sama ongkos ke sininya," kata pria yang tinggal di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

(Alija Berlian Fani/Warta Kota)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Sumber Warta Kota
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Gubernur DKI Jakarta Berikan Nama 4 Jerapah di Ragunan: Dirga, Ayuri, Julang, dan Tazoo

Sejumlah Gubernur DKI Jakarta Berikan Nama 4 Jerapah di Ragunan: Dirga, Ayuri, Julang, dan Tazoo

Megapolitan
Alasan Wowon dkk Tak Kubur Korban Pembunuhan di Bekasi: Grogi Dengar Teriakan

Alasan Wowon dkk Tak Kubur Korban Pembunuhan di Bekasi: Grogi Dengar Teriakan

Megapolitan
Selain Mertua Wowon, Duloh Juga Sempat Ajak Halimah Bersetubuh agar Mendapatkan Kesuksesan

Selain Mertua Wowon, Duloh Juga Sempat Ajak Halimah Bersetubuh agar Mendapatkan Kesuksesan

Megapolitan
Heru Namai Gajah 'Unggul' dan Jerapah 'Tazoo' di Taman Margasatwa Ragunan, Ini Alasannya

Heru Namai Gajah "Unggul" dan Jerapah "Tazoo" di Taman Margasatwa Ragunan, Ini Alasannya

Megapolitan
Beda dengan Kata Polisi, Wowon Bunuh Ai Maimunah dan Anak Tirinya karena Kesal Dimintai Uang

Beda dengan Kata Polisi, Wowon Bunuh Ai Maimunah dan Anak Tirinya karena Kesal Dimintai Uang

Megapolitan
Soal Usulan Wisma Atlet Dikelola Pemprov DKI, Heru Budi: Saya Ikut Kebijakan Pusat

Soal Usulan Wisma Atlet Dikelola Pemprov DKI, Heru Budi: Saya Ikut Kebijakan Pusat

Megapolitan
Pamer Teddy Minahasa Pernah Jadi Pengawal Jokowi, Kuasa Hukum: Dia Jenderal Tanpa Cacat

Pamer Teddy Minahasa Pernah Jadi Pengawal Jokowi, Kuasa Hukum: Dia Jenderal Tanpa Cacat

Megapolitan
Dede Diminta Ikut Minum Kopi Beracun, Ada Niat Pembunuhan Terselubung Wowon?

Dede Diminta Ikut Minum Kopi Beracun, Ada Niat Pembunuhan Terselubung Wowon?

Megapolitan
Ketua KUA Gambir: Lagi Viral Nikah di KUA, Beberapa Bagus Tempatnya, Ada Gebyoknya...

Ketua KUA Gambir: Lagi Viral Nikah di KUA, Beberapa Bagus Tempatnya, Ada Gebyoknya...

Megapolitan
Keluarga Mahasiswa UI Hasya Laporkan Pensiunan Polri Terkait Kecelakaan Maut di Srengseng Sawah

Keluarga Mahasiswa UI Hasya Laporkan Pensiunan Polri Terkait Kecelakaan Maut di Srengseng Sawah

Megapolitan
Wowon Bunuh Istri dan Mertuanya Sekaligus, Dipicu Dendam soal Uang dan Asmara

Wowon Bunuh Istri dan Mertuanya Sekaligus, Dipicu Dendam soal Uang dan Asmara

Megapolitan
Kuasa Hukum Bantah Pensiunan Polri Telantarkan Hasya Usai Tabrak Korban

Kuasa Hukum Bantah Pensiunan Polri Telantarkan Hasya Usai Tabrak Korban

Megapolitan
'Update' Banjir Jakarta Siang Ini: 2 Ruas Jalan Tergenang Air

"Update" Banjir Jakarta Siang Ini: 2 Ruas Jalan Tergenang Air

Megapolitan
Tipu Muslihat Wowon Gandakan Uang Rp 1.000 Jadi Rp 5.000 di Hadapan TKW

Tipu Muslihat Wowon Gandakan Uang Rp 1.000 Jadi Rp 5.000 di Hadapan TKW

Megapolitan
Duloh Sebut Sekeluarga yang Diracun di Bantargebang Tidak Tahu soal Pembunuhan Berantai

Duloh Sebut Sekeluarga yang Diracun di Bantargebang Tidak Tahu soal Pembunuhan Berantai

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.