"Flash Mob" Relawan Ahok-Djarot di Citos Sudah Melalui Izin Polisi

Kompas.com - 09/01/2017, 13:02 WIB
Penndukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat melakukan gerakan flash mob di Cilandak Town Square (Citos), Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Minggu (8/1/2016). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanPenndukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat melakukan gerakan flash mob di Cilandak Town Square (Citos), Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Minggu (8/1/2016).
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Mimah Susanti mengatakan, acara flash mob yang digelar para pendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, Minggu (8/1/2017) malam, telah diberitahukan kepada kepolisian.

Surat pemberitahuan itu diberikan kepada Polda Metro Jaya dan ditembuskan kepada Bawaslu DKI Jakarta dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

"Sudah ada pemberitahuan kepada Polda Metro dan tembusan ke KPU dan Bawaslu DKI," ujar Mimah melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin (9/1/2017).

(Baca juga: Ini Sosok Penggagas Acara "Flash Mob" untuk Ahok-Djarot di Citos)

Adapun flash mob relawan Ahok-Djarot itu berlangsung pukul 16.00-22.00 WIB di lantai dasar Citos.

Selain surat pemberitahuan, penyelenggara flash mob juga menyerahkan surat izin keramaian.

"Karena kegiatannya sampai dengan malam, selain surat pemberitahuan, harus ada juga surat izin keramaian," kata dia.

Setelah acara flash mob selesai, lanjut Mimah, penyelenggara dan relawan Ahok-Djarot harus mencabut semua bahan dan alat peraga kampanye yang digunakan.

"Semua spanduk, bendera, dan serta atribut kampanye dibersihkan setelah kampanye selesai," ucap Mimah.

Pada penyelenggaraan flash mob Minggu malam, sejumlah artis Ibu Kota disebut hadir. Mereka yang hadir di antaranya Roy Marten dan Edo Kondologit.

Ada pula Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Anton Medan. Pembuatan flash mob ini melibatkan 300 penari, 1.000 relawan, para artis, dan tim relawan.

(Baca juga: Gelar "FlashMob", Relawan Ahok-Djarot Berjejal di Mal Citos)

Acara ini digelar di lantai dasar mal tersebut. Seragam dan tirai bermodel kotak-kotak khas Ahok-Djarot dipasang di sekeliling tempat acara.

Spanduk Ahok-Djarot juga terpampang di sana. Acara ini terlihat meriah dengan sejumlah tari dan nyanyian.

Warga ikut menyanyian yel-yel dukungan Ahok "Hip hip hura-hura coblos nomor dua" atau menyerukan "dua...dua...dua" sebagai bentuk dukungan.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PHRI DKI Jakarta: 30 Hotel Siap Tampung Isolasi Pasien OTG Covid-19

PHRI DKI Jakarta: 30 Hotel Siap Tampung Isolasi Pasien OTG Covid-19

Megapolitan
9 PPSU Bukit Duri Positif Covid-19, Rekan Kerja dan Warga Patungan Beri Bantuan

9 PPSU Bukit Duri Positif Covid-19, Rekan Kerja dan Warga Patungan Beri Bantuan

Megapolitan
Muhamad Siap Dukung Keputusan Pemerintah jika Pilkada Tangsel Harus Ditunda

Muhamad Siap Dukung Keputusan Pemerintah jika Pilkada Tangsel Harus Ditunda

Megapolitan
Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di Pabrik Epson Cikarang Berawal Kunjungan Kerja dari Luar

Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di Pabrik Epson Cikarang Berawal Kunjungan Kerja dari Luar

Megapolitan
Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Megapolitan
Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Megapolitan
Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Megapolitan
Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Megapolitan
369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X