Cegah Longsor Susulan, Turap di Dekat SMPN 19 Tangsel Akan Dirobohkan

Kompas.com - 09/01/2017, 19:30 WIB
Aktivitas alat berat saat membersihkan material longsor yang merusak ruang kelas di SMP Negeri 19 Tangerang Selatan, Ciater Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (9/1/2017). Sebagian gedung sekolah tersebut rusak karena tertimpa longsor setelah turap tebing di belakang sekolah jebol pada 5 Januari 2017 lalu. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIAktivitas alat berat saat membersihkan material longsor yang merusak ruang kelas di SMP Negeri 19 Tangerang Selatan, Ciater Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (9/1/2017). Sebagian gedung sekolah tersebut rusak karena tertimpa longsor setelah turap tebing di belakang sekolah jebol pada 5 Januari 2017 lalu.
|
EditorIndra Akuntono


TANGERANG, KOMPAS.com -
Sisa turap di belakang SMP Negeri 19 Tangerang Selatan akan segera dirobohkan. Turap tersebut dirobohkan untuk mencegah terjadinya longsoran tanah dan turap di lokasi tersebut.

Turap di dekat SMPN 19 Tangsel roboh pada Selasa (4/1/2017) lalu, dan menimpa lima ruang kelas di sekolah itu.

"Besok paling lambat turap dirobohkan. (Sebab) konstruksi (sisa turap) juga sama (seperti turap) yang roboh," kata Kepala SMP Negeri 19 Tangsel Endang Hamidin kepada Kompas.com di Tangsel, Senin (9/1/2017).

(Baca: Longsoran Turap Ganggu Proses Belajar di SMPN 19 Tangsel)

Turap yang tersisa itu dianggap lebih membahayakan karena berjarak satu meter di sisi timur sekolah. Sementara turap yang roboh berjarak enam meter dari bangunan sekolah.

Pembongkaran turap disebut sekaligus untuk pembangunan ulang untuk mencegah longsor susulan. Pada konstruksi turap sebelumnya disebut air tak mengalir dengan baik karena tanah urukan tak lebih tinggi dari turap.

"Jadi air enggak bisa mengalir, genang di situ," kata Endang.

Endang tak mengetahui berapa lama pembangunan kembali turap di tebing tersebut. Namun ia memastikan renovasi sekolah karena longsoran turap akan selesai dalam dua pekan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

Megapolitan
Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

Megapolitan
UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

Megapolitan
Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

Megapolitan
Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

Megapolitan
Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

Megapolitan
Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

Megapolitan
Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

Megapolitan
Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

Megapolitan
Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

Megapolitan
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X