Kompas.com - 10/01/2017, 21:43 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono tak mempersoalkan para tersangka makar mengadu ke DPR RI. Menurut dia, itu adalah hak setiap orang. Namun, Argo memastikan, pengaduan ke DPR RI tersebut tak akan memengaruhi penyidik dalam menuntaskan perkara itu.

"Kami maju tak gentar. Maju terus," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/1/2017).

Ia menegaskan, penyidik telah memiliki alat bukti permulaan yang cukup dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Saat ini, penyidik sedang melengkapi berkas perkara itu agar bisa segera disidangkan.

"Nanti kami ungkap semua (bukti-bukti di pengadilan," kata Argo.

Sebelumnya, tersangka dugaan kasus makar Rachmawati Soekarnoputri mengadu kepada pimpinan DPR terkait kasus yang menjerat dirinya. Selain Rachma, hadir pula Ahmad Dhani, Kivlan Zein, Ernalia Sri Bintang, Hatta Taliwang dan beberapa anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

Pihak DPR yang menerima mereka adalah Wakil Ketua DPR Fadli Zon serta anggota Komisi III Wenny Warouw dan Supratman Andi Agtas.

Rachmawati merasa difitnah Polri dengan tuduhan akan menunggangi aksi damai 2 Desember 2016. Padahal, kata dia, komunikasi dengan Rizieq Shihab dari FPI telah dilakukan pada 30 November 2016.

"Kami sudah bertemu dengan Habib Rizieq tanggal 30 (November 2016) siang. Tidak ada pembicaraan untuk menunggangi aksi damai 2 Desember. Kami merasa difitnah dan pembunuhan karakter," kata Rachmawati di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Ia memohon kepada Polri untuk segera meluruskan tuduhan tersebut. Ia menyebutkan, makar harus memiliki beberapa ciri, seperti penggunaan senjata dan pengepungan Istana.

Rachmawati mengaku pernah mengalami hal serupa tahun 1965 saat menjaga ayahnya, Soekarno. Saat menjelaskannya hal itu, nada suara Rachmawati terhenti. Ia sempat terlihat menghapus air matanya dengan tisu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Baim Wong Tak Lagi Cengengesan di Kantor Polisi...

Saat Baim Wong Tak Lagi Cengengesan di Kantor Polisi...

Megapolitan
Korban Pemerkosaan di Jakut Mulai Pulih, Cerita ke Kak Seto Ingin Jadi Dokter

Korban Pemerkosaan di Jakut Mulai Pulih, Cerita ke Kak Seto Ingin Jadi Dokter

Megapolitan
Perjalanan Tempat Prostitusi di Jakarta, Kini Berubah Jadi Masjid dan Taman Ramah Anak

Perjalanan Tempat Prostitusi di Jakarta, Kini Berubah Jadi Masjid dan Taman Ramah Anak

Megapolitan
Pembangunan Halte Bundaran HI yang Halangi Visual Patung Selamat Datang Jalan Terus meski Tuai Kritik

Pembangunan Halte Bundaran HI yang Halangi Visual Patung Selamat Datang Jalan Terus meski Tuai Kritik

Megapolitan
Pemkot Tangerang Gusur Bangunan Liar di Perbatasan Jakarta

Pemkot Tangerang Gusur Bangunan Liar di Perbatasan Jakarta

Megapolitan
Kisah di Balik Spanduk Tolak Rentenir di Depok, Upaya Lindungi Warga dari Lintah Darat...

Kisah di Balik Spanduk Tolak Rentenir di Depok, Upaya Lindungi Warga dari Lintah Darat...

Megapolitan
Memetik Pelajaran dari Konten 'Prank' Laporan KDRT Baim Paula...

Memetik Pelajaran dari Konten "Prank" Laporan KDRT Baim Paula...

Megapolitan
Disebut Kembali Fasilitasi Prostitusi, Begini Wajah Kalijodo Sebelum Berubah Jadi Ruang Publik Ramah Anak...

Disebut Kembali Fasilitasi Prostitusi, Begini Wajah Kalijodo Sebelum Berubah Jadi Ruang Publik Ramah Anak...

Megapolitan
Skywalk Stasiun KRL Kebayoran Lama Rampung November 2022

Skywalk Stasiun KRL Kebayoran Lama Rampung November 2022

Megapolitan
Otoritas Bandara Soetta: Pengunjung dan Penumpang Masih Wajib Pakai Masker dan Booster

Otoritas Bandara Soetta: Pengunjung dan Penumpang Masih Wajib Pakai Masker dan Booster

Megapolitan
'Baim Wong dan Paula, KDRT Bukan untuk Guyonan...'

"Baim Wong dan Paula, KDRT Bukan untuk Guyonan..."

Megapolitan
DPRD Panggil Dua Pihak Ini Terkait Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI

DPRD Panggil Dua Pihak Ini Terkait Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI

Megapolitan
Cabut Pergub Penggusuran Era Ahok, Pemprov DKI Kirim 2 Surat ke Kemendagri Hari Ini

Cabut Pergub Penggusuran Era Ahok, Pemprov DKI Kirim 2 Surat ke Kemendagri Hari Ini

Megapolitan
Wagub: Anies Tidak Campuri Urusan Jakarta dan Politik meski Jadi Capres Saat Masih Jabat Gubernur

Wagub: Anies Tidak Campuri Urusan Jakarta dan Politik meski Jadi Capres Saat Masih Jabat Gubernur

Megapolitan
Ini Alasan Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Harus Dievaluasi

Ini Alasan Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Harus Dievaluasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.