Ketua STIP Dicopot Usai Ada Taruna yang Tewas Diduga Dianiaya Senior

Kompas.com - 11/01/2017, 12:24 WIB
Pemain marching band Gita Sakti Bahari dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sedang beratraksi saat car free day di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2015). KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMPemain marching band Gita Sakti Bahari dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sedang beratraksi saat car free day di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2015).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencopot Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda. Keputusan itu dilakukan setelah Amirullah Adityas Putra (19), taruna tingkat I Angkatan Tahun 2016 Jurusan Nautika, tewas diduga akibat dianiaya seniornya.

"Sebagai tindak lanjut dari kejadian tersebut, Kemenhub juga telah mengambil langkah cepat dengan membebastugaskan Ketua STIP, Capt Weku F Karuntu, MM, dan menunjuk Pelaksana Tugas Ketua STIP," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Bambang S Ervan, dalam keterangan pers, Rabu (11/1/2017).

Bambang mengatakan, keputusan mencopot Ketua STIP diambil untuk mempermudah pelaksanaan tugas tim investigasi internal. Menhub telah memerintahkan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) untuk membentuk tim investigasi internal.

Sebab, tewasnya taruna akibat penganiayaan oleh seniornya bukan kali pertama ini terjadi. Tercatat pada 2014 dan 2012, hal serupa terjadi. Tim investigasi internal yang diketuai oleh Sekretaris BPSDM Perhubungan, Edward Marpaung, kini memulai investigasi. (Baca: Taruna STIP Cilincing Tewas, Diduga Dianiaya Seniornya)

Kementerian Perhubungan menyebut pihaknya telah berulang kali memperingatkan para pengelola sekolah di bawah pembinaan Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan prosedur tetap (protap) pengawasan dan pencegahan terjadinya kekerasan.

"Menhub Budi menginstruksikan kepada Kepala BPSDMP agar lebih meningkatkan pengawasan dan pembinaan, baik secara edukasi maupun peningkatan moral taruna-taruni sekolah tinggi di bawah pembinaan Kemenhub untuk mencegah terulangnya kasus ini ke depan," ujar Bambang. (Baca: Meski Diawasi 30 Marinir, Penganiayaan Taruna Tetap Terjadi di STIP)

Polisi kini telah menahan empat terduga pelaku yang merupakan pelajar tingkat II. Mereka berinisial SM (19), WH (20), I (21), dan AR (19). Keempatnya diduga memukuli Amirullah di bagian ulu hati, dada, dan perut pada Selasa (10/1/2017) malam di asrama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Akan Ajukan Izin Revitalisasi Monas Sore Ini

Pemprov DKI Akan Ajukan Izin Revitalisasi Monas Sore Ini

Megapolitan
Pelaku Curanmor di Parkiran Kampus Residivis, Sudah 6 Kali Curi Motor Setelah Setahun Bebas

Pelaku Curanmor di Parkiran Kampus Residivis, Sudah 6 Kali Curi Motor Setelah Setahun Bebas

Megapolitan
Polisi Telah Memintai Keterangan lham Bintang atas Kasus Pembobolan Rekening

Polisi Telah Memintai Keterangan lham Bintang atas Kasus Pembobolan Rekening

Megapolitan
PLN Matikan 15 Gardu Listrik di Wilayah Terendam Banjir

PLN Matikan 15 Gardu Listrik di Wilayah Terendam Banjir

Megapolitan
RSUD Kota Bekasi Siapkan Masker buat Para Pegawai untuk Antisipasi Virus Corona

RSUD Kota Bekasi Siapkan Masker buat Para Pegawai untuk Antisipasi Virus Corona

Megapolitan
Antisipasi Pengidap Virus Corona, RSUD Kota Bekasi Pertimbangkan Rujuk Pasien ke RS Khusus Infeksi

Antisipasi Pengidap Virus Corona, RSUD Kota Bekasi Pertimbangkan Rujuk Pasien ke RS Khusus Infeksi

Megapolitan
Hujan di Jakarta, Halaman Wihara Dharma Bhakti Petak Sembilan Tergenang Air

Hujan di Jakarta, Halaman Wihara Dharma Bhakti Petak Sembilan Tergenang Air

Megapolitan
Genangan Air 30 Sentimeter di Kawasan Monas Telah Surut

Genangan Air 30 Sentimeter di Kawasan Monas Telah Surut

Megapolitan
Heboh Virus Conora, Penerbangan dari Bandara Soetta ke China Tetap Dibuka

Heboh Virus Conora, Penerbangan dari Bandara Soetta ke China Tetap Dibuka

Megapolitan
Begini Modus Dua Pencuri Motor yang Beraksi di Tempat Parkir Kampus

Begini Modus Dua Pencuri Motor yang Beraksi di Tempat Parkir Kampus

Megapolitan
Antisipasi Virus Corona, Pemprov DKI Imbau Warga Lakukan Ini

Antisipasi Virus Corona, Pemprov DKI Imbau Warga Lakukan Ini

Megapolitan
Antisipasi Virus Corona, RSUD Kota Bekasi Siapkan Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSUD Kota Bekasi Siapkan Ruang Isolasi

Megapolitan
Sedang Bersihkan Saluran Air, PPSU Tanah Sereal Temukan Biawak Sepanjang 1,5 Meter

Sedang Bersihkan Saluran Air, PPSU Tanah Sereal Temukan Biawak Sepanjang 1,5 Meter

Megapolitan
Hati-hati Tersetrum Listrik Saat Banjir, Ini Cara Menghindarinya

Hati-hati Tersetrum Listrik Saat Banjir, Ini Cara Menghindarinya

Megapolitan
Hujan 'Awet' di Jakarta, Kawasan Monas Sempat Tergenang Air Setinggi 30 Sentimeter

Hujan "Awet" di Jakarta, Kawasan Monas Sempat Tergenang Air Setinggi 30 Sentimeter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X