Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Seniornya Mengalami Luka Dalam

Kompas.com - 11/01/2017, 14:28 WIB
Kepala Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Awal Chairudin (duduk tengah), dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, terkait kasus penganiayaan yang berujung tewasnya taruna STIP, Rabu (11/1/2017). Kompas.com/Robertus BelarminusKepala Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Awal Chairudin (duduk tengah), dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, terkait kasus penganiayaan yang berujung tewasnya taruna STIP, Rabu (11/1/2017).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah luka di jenazah Amirullah Adityas Putra (19), taruna STIP yang tewas dianiaya seniornya, ditemukan. Informasi itu disampaikan Kepala Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Awal Chairudin dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Awal menyatakan, ada lima informasi mengenai luka yang dialami korban berdasarkan pemeriksaan dokter. Pertama, korban mendapatkan luka di bibir bawah.

"Kedua, organ dalam korban mati lemas," kata Awal, Rabu siang.

(Baca: Ini Kronologi Tewasnya Taruna STIP Usai Dipukul Seniornya)

Kemudian ada bintik resapan darah di jantung dan paru-paru korban serta di kelenjar liur. Lambung korban juga berisi cairan hitam. Namun, Awal tak menjelaskan cairan hitam apa tersebut.

Adapun hasil pemeriksaan korban negatif atau tidak menggunakan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza).

Dalam kasus ini, lima orang taruna STIP menjadi tersangka. Para pelaku kini ditahan kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/1/2017) malam saat para pelaku berinisiatif untuk mengerjai yuniornya.

"Kasus berawal pada jam 17.00, selesai giat drum band, salah satu pelaku atas nama SM mengajak kumpul-kumpul pelaku lainnya untuk rencana ngerjain yuniornya tingkat I yang adalah bassist drum band/tam-tam," kata Argo.

Kemudian pada pukul 22.00 WIB, enam taruna tingkat I, termasuk Amirullah, dipanggil oleh empat pelaku untuk berkumpul di lantai 2 kamar M-205 gedung dormitory ring 4.

"Satu per satu taruna tingkat I tersebut datang ke TKP untuk dilakukan penganiayaan oleh para pelaku dengan cara pemukulan menggunakan tangan kosong secara bergantian yang diarahkan ke perut, dada, dan ulu hati," kata Argo.

(Baca: Ketua STIP Dicopot Usai Ada Taruna yang Tewas Diduga Dianiaya Senior)

Amirullah yang juga dipukuli secara bergiliran akhirnya jatuh tak sadarkan diri ketika pelaku berinisial WH memukuli sambil meneriaki Amirullah dengan ucapan "Sama-sama anak Priok!".

Amirullah yang tiba-tiba ambruk ke dada WH segera diangkat ke tempat tidur yang ada di kamar itu.

Para pelaku yang panik akhirnya mengadu ke seniornya yang merupakan taruna tingkat IV yang kemudian dilanjutkan ke petugas piket medis dan pembina STIP.

"Mengetahui kondisi korban tidak bernyawa setelah diperiksa dokter piket STIP, selanjutnya peristiwa dilaporkan ke Polsek Cilincing," ujar Argo.

Tujuh saksi telah diperiksa dalam kasus ini. Polisi mengamankan sebotol minyak tawon, sebotol minyak telon, sebuah gayung mandi, sebuah gelas, dan dua puntung rokok Sampoerna Mild. Amirullah diotopsi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Megapolitan
Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Megapolitan
Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Megapolitan
Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Megapolitan
Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Megapolitan
Kata Partygoers soal Penolakan Sekelompok Massa Terhadap DWP di Jakarta

Kata Partygoers soal Penolakan Sekelompok Massa Terhadap DWP di Jakarta

Megapolitan
Berkunjung ke Kebun Belimbing yang Masih Tersisa di Kota Belimbing Depok...

Berkunjung ke Kebun Belimbing yang Masih Tersisa di Kota Belimbing Depok...

Megapolitan
Rusunami DP 0 Rupiah Sepi, Anggota DPRD DKI Minta BI Checking Dipermudah

Rusunami DP 0 Rupiah Sepi, Anggota DPRD DKI Minta BI Checking Dipermudah

Megapolitan
Penjambret HP di Kota Tua Tertangkap, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

Penjambret HP di Kota Tua Tertangkap, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Ular Kobra Berkeliaran di Lingkungan Rumah, Warga Duren Sawit Resah

Ular Kobra Berkeliaran di Lingkungan Rumah, Warga Duren Sawit Resah

Megapolitan
PDI-P Dapat Dana Bantuan Parpol Rp 6,68 Miliar dari Pemprov DKI, Akan Dipakai untuk Apa?

PDI-P Dapat Dana Bantuan Parpol Rp 6,68 Miliar dari Pemprov DKI, Akan Dipakai untuk Apa?

Megapolitan
Garuda Indonesia Akui Insiden Pesawat Berhadapan Karena Kesalahan Pilot

Garuda Indonesia Akui Insiden Pesawat Berhadapan Karena Kesalahan Pilot

Megapolitan
Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime

Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime

Megapolitan
Anggota DPR Minta Penangguhan Penahanan untuk Lutfi Alfian agar Tidak Gaduh

Anggota DPR Minta Penangguhan Penahanan untuk Lutfi Alfian agar Tidak Gaduh

Megapolitan
Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibuka untuk Pengunjung, Pengelola Diminta Antisipasi Tumpukan Antrean

Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibuka untuk Pengunjung, Pengelola Diminta Antisipasi Tumpukan Antrean

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X