Djarot Minta Tim Kampanyenya Laporkan Pengeroyokan Widodo ke Bawaslu

Kompas.com - 11/01/2017, 17:53 WIB
Calom wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjenguk Wakil Ketua Ranting PDI-P Jelambar, Widodo, yang babak belur dikeroyok 10 orang di Rumah Sakit Royal Taruma, Sabtu (7/1/2016). Jessi CarinaCalom wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjenguk Wakil Ketua Ranting PDI-P Jelambar, Widodo, yang babak belur dikeroyok 10 orang di Rumah Sakit Royal Taruma, Sabtu (7/1/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengaku sudah meminta tim kampanyenya melaporkan kasus pengeroyokan Widodo ke Bawaslu DKI Jakarta.

Djarot ingin kasus pengeroyokan pengurus ranting PDI Perjuangan Jelambar, Jakarta Barat, itu diusut kepolisian dan Bawaslu DKI Jakarta.

"Saya sudah minta kepada tim kampanye untuk dilaporkan kepada Bawaslu. Jadi masalahnya ada dua hal itu nanti, menyangkut masalah pidana umum dan pilkada," ujar Djarot di Srengseng, Jakarta Barat, Rabu (11/1/2017).

(Baca: Kisah Widodo yang Terima Kekerasan karena Bela Pasangan Cagub-Cawagub)

Djarot mengatakan laporan tersebut perlu dilakukan untuk menghadirkan jaminan dari pemerintah bahwa pilkada bisa berlangsung aman, lancar, tanpa ada tindakan kekerasan. Djarot pun meminta polisi untuk fokus menyelesaikan kasus pengeroyokan itu.

"Termasuk seumpamanya ada dalang di belakang kejadian itu ya, karena sekali lagi seperti yang saya katakan, ini pasti terkait pilkada," ujar Djarot.

Polisi sudah menetapkan dua orang, Irfan dan Fahmi, sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Irfan sudah ditahan sementara Fahmi masih buron.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengaku telah meminta bantuan Panglima Kodam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana untuk memburu Fahmi.

"Fahmi sudah kami kejar-kejar. Kami minta bantuan aparat teritorial. Saya sudah bicara dengan Pangdam, Babinsa, Babinkamtibnas, kelurahan, untuk mempersempit gerak yang bersangkutan," kata Iriawan.

Iriawan mengatakan, foto Fahmi sudah disebar kepada seluruh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda). Iriawan menduga Fahmi masih berada di Jakarta dan sekitarnya.

Kompas TV Polisi Kejar 1 Pengeroyok Pendukung Ahok-Djarot
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Dalami Keterkaitan 2 Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK 2

Polisi Dalami Keterkaitan 2 Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK 2

Megapolitan
Kasus Covid-19 Makin Parah, Mengapa Jakarta Masih Terapkan PPKM Level 2?

Kasus Covid-19 Makin Parah, Mengapa Jakarta Masih Terapkan PPKM Level 2?

Megapolitan
Sampah Dibuang di Perbatasan Jaksel, Sudin LH: Sudah Diangkut, Ada Lagi

Sampah Dibuang di Perbatasan Jaksel, Sudin LH: Sudah Diangkut, Ada Lagi

Megapolitan
Dinkes DKI: 458.527 Orang Sudah Divaksinasi Booster di Jakarta

Dinkes DKI: 458.527 Orang Sudah Divaksinasi Booster di Jakarta

Megapolitan
Didemo Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange, PT Jaya Real Property: Mal Dibangun Sah Secara Hukum

Didemo Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange, PT Jaya Real Property: Mal Dibangun Sah Secara Hukum

Megapolitan
Oknum TNI yang Sekap Pengusaha di Depok Jalani Sidang Militer, Didakwa Pasal Berlapis

Oknum TNI yang Sekap Pengusaha di Depok Jalani Sidang Militer, Didakwa Pasal Berlapis

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Mengapa Dinkes DKI Anggap Sekolah Tatap Muka Masih Aman?

Kasus Covid-19 Melonjak, Mengapa Dinkes DKI Anggap Sekolah Tatap Muka Masih Aman?

Megapolitan
Dinkes DKI: 90 Persen Hasil Pemeriksaan WGS Covid-19 di Jakarta adalah Omicron

Dinkes DKI: 90 Persen Hasil Pemeriksaan WGS Covid-19 di Jakarta adalah Omicron

Megapolitan
Polisi Gerebek Lagi Pinjol Ilegal di PIK, 1 dari 27 Orang yang Diamankan adalah WNA

Polisi Gerebek Lagi Pinjol Ilegal di PIK, 1 dari 27 Orang yang Diamankan adalah WNA

Megapolitan
Dua Kantor Pinjol di PIK Digrebek Polisi dalam Dua Hari Berturut-turut

Dua Kantor Pinjol di PIK Digrebek Polisi dalam Dua Hari Berturut-turut

Megapolitan
Dinkes DKI: 97,5 Persen Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Jakarta

Dinkes DKI: 97,5 Persen Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Jakarta

Megapolitan
Covid-19 Kian Mengganas di Jakarta, Sudah Saatnya Tarik Rem Darurat?

Covid-19 Kian Mengganas di Jakarta, Sudah Saatnya Tarik Rem Darurat?

Megapolitan
126 Hari Jelang Formula E Jakarta, Jakpro dan IMI Studi Banding ke Arab Saudi

126 Hari Jelang Formula E Jakarta, Jakpro dan IMI Studi Banding ke Arab Saudi

Megapolitan
Grebek Kantor Pinjol di PIK 2, Polisi Amankan Manajer WN China

Grebek Kantor Pinjol di PIK 2, Polisi Amankan Manajer WN China

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 546, Pasien Dirawat Bertambah 505

UPDATE 27 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 546, Pasien Dirawat Bertambah 505

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.